Siaga Sebelum Bencana, Warga Rusunawa Cingised Kelurahan Cisaranten Arcamanik Dilatih Evakuasi Gempa
Daerah    Sabtu 05 September 2026    17:37:58 WIBBANDUNG – Suasana di Rusunawa Cingised, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, terasa berbeda pada Sabtu (5/9/2026). Warga tidak hanya menjalani aktivitas seperti biasa, tetapi juga belajar satu hal penting: bagaimana menyelamatkan diri ketika gempa bumi tiba-tiba mengguncang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menggelar simulasi evakuasi mandiri sebagai upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa akibat Sesar Lembang.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi latihan. Bagi warga yang tinggal di kawasan padat seperti Rusunawa Cingised, kemampuan untuk tetap tenang, mengenali jalur evakuasi, dan bergerak cepat menjadi bagian penting dari upaya menyelamatkan diri dan keluarga ketika bencana benar-benar terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, skenario simulasi sengaja diarahkan pada ancaman gempa Sesar Lembang karena dinilai menjadi salah satu potensi bencana paling destruktif bagi Kota Bandung.
“Kita pilih skenario ini karena gempa Lembang merupakan potensi bencana yang paling destruktif di Kota Bandung,” kata Didi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut dia, Rusunawa Cingised dipilih bukan tanpa alasan. Tingginya kepadatan hunian membuat kawasan tersebut membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih kuat. Di sisi lain, warga dan pengelola rusun menunjukkan antusiasme tinggi untuk terlibat dalam simulasi.
“Kawasan ini padat sekali sehingga sangat rentan saat bencana terjadi. Selain itu, kebersediaan masyarakatnya luar biasa,” ujarnya.
Dalam latihan ini, BPBD lebih menitikberatkan pada kemampuan warga untuk melakukan evakuasi secara mandiri. Karena itu, keterlibatan sejumlah perangkat daerah tidak sebanyak latihan yang berorientasi pada kesiapan aparatur.
Puskesmas setempat dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) menjadi unsur yang terlibat secara intensif, termasuk dalam mendukung kesiapan lingkungan rusunawa.
Didi berharap keterlibatan warga terus meningkat. Simulasi yang lebih besar dan lengkap dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya, saat sebagian besar penghuni rusun telah menyelesaikan aktivitas pekerjaan.
“Mudah-mudahan warga dapat berpartisipasi seluruhnya. Simulasi yang lebih besar dan lengkap akan dilaksanakan besok agar lebih banyak warga yang bisa bergabung,” katanya.
Lebih dari 1.000 warga ditargetkan ikut ambil bagian dalam rangkaian simulasi tersebut.
Bagi BPBD Kota Bandung, latihan seperti ini bukan semata-mata soal mengikuti prosedur ketika bencana datang. Lebih dari itu, warga perlu memiliki kebiasaan untuk mengenali risiko dan tahu apa yang harus dilakukan pada menit-menit pertama setelah gempa terjadi.
Sebab, ketika bumi mulai berguncang, kepanikan bisa menjadi ancaman tersendiri. Dengan pengetahuan dan latihan yang cukup, warga diharapkan mampu bergerak cepat, terarah, dan saling membantu.
Dari Rusunawa Cingised, pesan itu kembali ditegaskan: kesiapsiagaan bukan sesuatu yang baru dipelajari ketika bencana datang, melainkan kebiasaan yang harus dibangun sejak sekarang.***Red-Ayi Herlambang























