Maulid Akbar di Sumedang, Bupati Dony Ajak Masyarakat Meneladani Akhlak Rasulullah
Daerah    Minggu 06 September 2026    22:37:01 WIBSUMEDANG – Ribuan jemaah dari berbagai wilayah memadati pelataran Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, Minggu (6/9/2026).
Mereka datang untuk mengikuti Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW sekaligus doa bersama dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana religius terasa sejak lantunan doa dan shalawat menggema di tengah kerumunan jemaah.
Di hadapan para jemaah, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak umat Islam menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Dony, perubahan yang baik harus dimulai dari dalam diri. Hati yang baik, pikiran yang dipenuhi prasangka baik, perkataan yang membangun, hingga perbuatan yang memberikan manfaat bagi orang lain.
"Perubahan itu harus dimulai dari konsep hati yang baik, pikiran yang husnudzon, perkataan yang membangun hingga perbuatan yang baik," ujar Dony.
Ia menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak berhenti pada ucapan maupun perayaan Maulid. Kecintaan tersebut harus tercermin dalam perilaku, seperti menjunjung kejujuran, menebarkan kasih sayang, mempererat persaudaraan, serta menjaga amanah.
Dony pun mengingatkan bahwa amanah merupakan tanggung jawab semua pihak, tanpa terkecuali.
"Sebagai pemimpin daerah saya harus amanah, ulama harus amanah, santri amanah, semuanya harus amanah. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya," katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai energi untuk membangun Sumedang yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam iman, ilmu, akhlak, persaudaraan, dan semangat gotong royong.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, ulama, pesantren, aparat keamanan, serta seluruh lapisan masyarakat.
"Mari jadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai energi dan kekuatan untuk membangun Kabupaten Sumedang dengan iman, ilmu, akhlak, persaudaraan, dan gotong royong," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dony juga menyinggung pentingnya pesantren sebagai ruang pembentukan karakter. Bahkan, ia menyebut berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat turut "dipesantrenkan" melalui kegiatan tersebut.
"Kami pesantrenkan mulai dari bupati, Forkopimda, TNI, Polri, para kepala dinas, camat, kepala desa, hingga wartawan di tempat ini. Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan bimbingan dari Abuya KH Muhyiddin," tutur Dony.
Lebih jauh, Dony menjelaskan bahwa nilai-nilai agama dan Al-Qur'an menjadi salah satu pijakan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam merumuskan kebijakan sosial.
Nilai tersebut, kata dia, diterjemahkan ke dalam sejumlah program yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian.
Salah satunya melalui program bantuan bagi panti asuhan serta Rantang Simpati, yakni pemberian makanan dua kali sehari bagi lansia yang hidup sebatang kara.
"Di Sumedang, kami mengimplementasikan nilai tersebut lewat kebijakan bantuan panti asuhan dan program Rantang Simpati, yaitu memberikan makan bagi setiap lansia sebatang kara sehari dua kali. Inilah kebijakan yang dilandasi nilai agama untuk menyayangi anak yatim dan memberi makan orang miskin," tegasnya.
Momentum Maulid Akbar itu pun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan pembangunan tidak hanya berbicara mengenai kemajuan fisik. Di baliknya terdapat tanggung jawab untuk membangun manusia yang memiliki kepedulian, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.
Dari pesantren, Dony berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW dapat terus dibawa ke tengah kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Sumedang yang semakin kuat, berdaya, dan penuh keberkahan.***Red-Cece Ruhiyat























