Habbina
Farhan Ingin Ulama Hadir Menjaga Rasa Keadilan dan Ketenangan Warga Bandung
0 Komentar 120 pembaca

Farhan Ingin Ulama Hadir Menjaga Rasa Keadilan dan Ketenangan Warga Bandung

Pemerintahan

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung ingin membangun hubungan yang semakin dekat dengan para ulama dalam membaca denyut kehidupan masyarakat. Bukan hanya ketika persoalan muncul, tetapi sejak awal untuk memahami keresahan sekaligus mencari jalan keluarnya bersama.
Harapan itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung di Kantor MUI Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).
Farhan mengatakan, kepemimpinan dan rasa keadilan tidak selalu dapat diukur dengan angka. Ada dimensi perasaan dan kalbu masyarakat yang perlu dipahami secara lebih mendalam.
Menurutnya, dalam hal tersebut ulama memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan masyarakat dan kemampuannya menyentuh sisi batin umat.
“Kepemimpinan dan rasa keadilan diukur melalui rasa dan subjektivitas. Dan kita tahu betul bahwa bicara soal kalbu, yang paling bisa menyentuh kalbu umat adalah para ulama,” ujar Farhan.
Karena itu, Farhan berharap MUI Kota Bandung dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam memahami dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia bahkan menyebut MUI sebagai bagian penting dari ekosistem pemerintahan dalam menjaga ketenangan dan rasa keadilan warga.
“Kami menempatkan Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat menjadi bagian dari pemerintahan untuk mengelola rasa dan kalbu masyarakat,” katanya.
Farhan menyadari pemerintah tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat hanya melalui pendekatan teknis dan teknokratik. Berbagai kebijakan juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Karena itu, ia berharap ulama dapat menjadi mitra dalam memberikan perspektif filosofis bagi kepemimpinan.
“Untuk itulah peran kedua dari Majelis Ulama Indonesia di Kota Bandung adalah menjadi mitra kepemimpinan filosofis. Karena kami butuh bimbingan tersebut,” tutur Farhan.
Ia juga ingin mengubah pola komunikasi antara pemerintah dan ulama. Menurutnya, ulama jangan hanya dilibatkan ketika pemerintah menghadapi persoalan atau situasi krisis.
Komunikasi justru perlu dibangun sejak awal agar berbagai potensi persoalan dapat dibaca bersama sebelum berkembang menjadi konflik.
“Kami ingin menghilangkan fenomena atau tudingan bahwa ulama hanya dipakai oleh pemerintah untuk memadamkan kebakaran. Enggak. Kami akan selalu memanfaatkan komunikasi yang erat antara kami dengan para ulama untuk bisa menangani berbagai permasalahan masyarakat,” ujarnya.
Farhan kemudian mengingat pengalaman pada 30 Agustus 2025. Saat itu, Pemkot Bandung bersama para ulama membangun komunikasi untuk merespons keresahan sosial setelah terjadi demonstrasi dan kerusuhan.
Kolaborasi tersebut, kata Farhan, ikut membantu Kota Bandung melewati situasi sulit tersebut hingga kondisi sosial kembali terkendali.
Pengalaman itu menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk terus memperkuat berbagai pendekatan dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Dalam Musda XI MUI Kota Bandung, Farhan juga menyinggung agenda suksesi kepemimpinan organisasi tersebut. Ia menegaskan Pemkot Bandung tidak akan mencampuri proses pemilihan Ketua MUI Kota Bandung.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin MUI sepenuhnya merupakan kewenangan para ulama.
“Kalau untuk pemilihan ketua, kandidat siapa pun kami serahkan 100 persen kepada Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung,” katanya.
Farhan berharap Musda XI MUI Kota Bandung berlangsung dalam suasana persaudaraan dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Ia ingin MUI tidak hanya hadir ketika masyarakat berada dalam situasi sulit, tetapi menjadi penerang yang terus mendampingi perjalanan warga Kota Bandung.
“Kami tidak mau hanya sekadar Majelis Ulama Indonesia ini menjadi cahaya di ujung lorong. Kami ingin Majelis Ulama Indonesia menjadi pelita di sepanjang lorong,” tutur Farhan.
Menurut Farhan, tantangan masyarakat ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, pemerintah membutuhkan pandangan dan bimbingan ulama agar setiap kebijakan tidak hanya tepat secara teknis, tetapi juga memiliki dimensi keadilan dan kemaslahatan.
Pada akhirnya, kolaborasi pemerintah dan ulama diharapkan dapat bermuara pada satu tujuan: menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat.
“Ini yang mempersatukan kita. Ke depannya kita akan selalu mementingkan kemaslahatan umat,” pungkasnya.***Red-Ayi Herlambang

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Fitria, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top