Buricak Burinong Kembali Berdenyut, Budaya dan Ekonomi Warga Darmaraja Dihidupkan Bersama
Wisata    Minggu 11 Januari 2026    15:40:50 WIBSUMEDANG – Denyut seni dan budaya kembali terasa di kawasan Kampung Buricak Burinong, Cisema, Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja. Melalui program Ekosistem Budaya Darmaraja, Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi memulai reaktivasi kawasan wisata tersebut pada Sabtu (10/1/2026), dengan konsep kegiatan rutin setiap hari Sabtu.
Program ini dirancang sebagai ruang ekspresi seni budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Pelaku seni, UMKM, dan warga setempat dilibatkan secara aktif untuk menghidupkan kembali kawasan yang selama ini dikenal memiliki nilai sejarah dan potensi alam yang besar.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir hadir langsung didampingi Sekretaris Daerah Tuti Ruswati. Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari unsur kecamatan, paguyuban seni budaya, hingga masyarakat Darmaraja yang bergotong royong menghidupkan kembali Buricak Burinong.
“Ini bukan sekadar acara, tetapi ajang silaturahmi. Mudah-mudahan silaturahmi ini bernilai ibadah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi menghidupkan Buricak Burinong,” ujar Dony.
Menurutnya, Darmaraja memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai salah satu cikal bakal berdirinya Kabupaten Sumedang. Karena itu, kawasan tersebut perlu dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan secara berkelanjutan.
“Darmaraja dianugerahi alam yang luar biasa. Ada kuliner, amphitheater, dan panorama yang indah. Karena itu, kami berkomitmen mengaktifkan kembali Buricak Burinong. Setiap hari Sabtu akan ada pertunjukan seni,” katanya.
Beragam kesenian tradisional dijadwalkan tampil secara bergiliran, mulai dari tari-tarian, jaipongan, calung, tarawangsa, tari umbul, hingga pertunjukan musik dan vokal. Kehadiran atraksi budaya tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan wisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga.
Selain atraksi budaya, Pemkab Sumedang juga berkomitmen melengkapi dan memperbaiki amenitas kawasan wisata, seperti masjid, galeri seni, area kuliner, toilet, area parkir, hingga sarana kebersihan.
“Jalannya sudah bagus dan itu patut disyukuri. Tinggal bagaimana meramaikan dan menghidupkannya bersama. Saya mohon dukungan semua pihak agar Buricak Burinong menjadi destinasi wisata yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati Dony menegaskan, reaktivasi kawasan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan aset wisata yang telah dibangun dengan anggaran besar.
“Sayang jika tempat yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah tidak dimanfaatkan. Jika kawasan ini maju, pengunjung akan datang, seni budaya berkembang, pelaku seni naik kelas, dan pendapatan pedagang meningkat,” tuturnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata. “Tempat makan harus bersih, nyaman, airnya lancar. Mana yang pantas dan tidak pantas, tolong dipantaskan. Wisata tidak akan maju tanpa kebersihan,” tegasnya.
Dengan dukungan publikasi yang masif serta pengelolaan yang kreatif dan konsisten, Bupati optimistis Kampung Buricak Burinong akan menjadi magnet wisata baru, tidak hanya bagi masyarakat Sumedang, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
“Wisata akan maju jika aksesnya mudah, jalannya bagus, amenitasnya lengkap, dan atraksinya menarik. Tinggal bagaimana dikelola secara kreatif dan berkelanjutan,” pungkasnya.***Cece Ruhiyat




























