HIPMI Jadi Energi Muda Penggerak Ekonomi Sumedang
Daerah    Minggu 11 Januari 2026    15:49:10 WIBSUMEDANG-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dinilai menjadi salah satu energi utama penggerak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumedang. Di tangan para pengusaha muda inilah, masa depan ekonomi daerah digerakkan agar tumbuh inklusif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menghadiri Pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kabupaten Sumedang Masa Bakti 2025–2028 di Gedung Negara, Sabtu (10/1/2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama.
“HIPMI adalah energi pertumbuhan ekonomi Sumedang. Di tangan pengusaha muda HIPMI inilah masa depan ekonomi daerah digerakkan. Karena itu HIPMI harus hadir sebagai gerakan wirausaha yang membumi,” ujar Bupati Dony.
Dalam arahannya, Bupati Dony menekankan tiga prinsip utama yang harus menjadi landasan kerja HIPMI, yakni Kadeuleu, Karampa, dan Karasa. Kadeuleu bermakna setiap program dan kinerja harus terlihat serta terukur dampaknya oleh masyarakat. Karampa menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang cepat dan responsif, sementara Karasa menegaskan bahwa manfaat ekonomi harus benar-benar dirasakan masyarakat.
“HIPMI tidak boleh hanya bergerak di lingkaran internal organisasi. HIPMI harus menyentuh UMKM, membuka lapangan kerja, dan memberi nilai tambah bagi ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi HIPMI Kabupaten Sumedang dalam membangun gerakan kewirausahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, berbagai aktivitas kewirausahaan dan pendampingan usaha yang dilakukan HIPMI telah membantu menghadirkan peluang kerja serta memperkuat ekosistem usaha lokal.
“Kehadiran HIPMI telah membantu daerah ini menghadirkan para pelaku usaha dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Ekonomi Sumedang terus bergerak karena kolaborasi semacam ini,” ungkap Dony.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya peran HIPMI dalam mendukung program strategis pemerintah daerah, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai keterlibatan pengusaha muda dalam rantai pasok, produksi, hingga pendampingan pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Pemenuhan MBG di Sumedang tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan pengusaha muda HIPMI untuk mendampingi dan memperkuat pelaku usaha lokal, sehingga program berjalan berkelanjutan dan berdampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Menghadapi tantangan ekonomi ke depan, Bupati Dony berharap HIPMI dapat bergerak cepat, adaptif, dan solutif, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Jika pengusaha tumbuh, maka masyarakat harus ikut merasakannya. Itulah makna HIPMI yang membumi dan berpihak kepada rakyat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama menekankan pentingnya soliditas organisasi dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika zaman serta perubahan ekonomi. Ia berharap HIPMI Sumedang mampu menjadi mitra bisnis strategis pemerintah daerah sekaligus agregator yang melahirkan dan membesarkan UMKM.
“HIPMI harus solid, kompak, dan adaptif. Jadilah agregator yang mampu melahirkan serta membesarkan UMKM di Sumedang agar tumbuh dan berkembang lebih luas,” ujarnya.***Cece Ruhiyat




























