Uluran Tangan dari Sumedang untuk Sumatra, Solidaritas Kemanusiaan Menembus Batas Daerah
Nasional    Minggu 11 Januari 2026    15:57:22 WIBSUMEDANG—Wujud solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Melalui penggalangan dana bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, dan masyarakat, Pemkab Sumedang menyalurkan bantuan bencana bagi warga terdampak banjir dan longsor di Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat dengan total nilai Rp382.275.599.
Bantuan tersebut secara resmi ditransfer melalui BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan disalurkan lewat Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat, 10 Januari 2026, untuk selanjutnya diteruskan kepada daerah-daerah terdampak di Sumatra.
Donasi ini dihimpun melalui BAZNAS Kabupaten Sumedang sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat Sumatra yang tengah menghadapi ujian berat akibat bencana alam. Partisipasi lintas unsur—dari ASN, pegawai BUMD, hingga warga—menjadi cerminan kuatnya semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban sekaligus membantu mempercepat proses pemulihan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, kami mengucapkan terima kasih kepada ASN, pegawai BUMD, BAZNAS, serta seluruh masyarakat Sumedang yang telah berpartisipasi dalam donasi ini. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat dan menjadi amal jariyah,” ujar Dony.
Ia juga mendoakan agar masyarakat Sumatra yang terdampak bencana senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani masa pemulihan. Menurutnya, penyaluran bantuan ini bukan sekadar dukungan materi, tetapi juga pesan persaudaraan.
“Ini menjadi bukti kuatnya sinergi lintas daerah serta menegaskan bahwa di saat bencana melanda, kepedulian dan kemanusiaan menjadi pengikat persaudaraan antarwilayah di Indonesia,” katanya.
Langkah Pemkab Sumedang tersebut menegaskan bahwa solidaritas nasional tidak mengenal batas geografis—saat satu daerah tertimpa musibah, daerah lain hadir menguatkan.***Cece Ruhiyat




























