Menjaga Jejak Sejarah Sumedang, Menbud Fadli Zon Kunjungi Kawasan Cagar Budaya
Pemerintahan    Minggu 18 Januari 2026    00:28:00 WIBSUMEDANG -Upaya menjaga dan menghidupkan kembali warisan sejarah terus dilakukan Kabupaten Sumedang. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Sumedang pada Sabtu (17/1/2026), dalam rangka penguatan pelestarian budaya sekaligus meninjau kesiapan revitalisasi museum dan kawasan cagar budaya.
Dalam agenda tersebut, Menteri Kebudayaan akan mengunjungi sejumlah situs bersejarah yang menjadi penanda penting perjalanan sejarah Sumedang dan Indonesia. Di antaranya Situs Cagar Budaya Benteng Kolonial Belanda peninggalan Perang Dunia II di Gunung Palasari dan Gunung Kunci, Museum Prabu Geusan Ulun, serta Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh, Sumedang.
Menjelang kunjungan tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi cagar budaya pada Jumat (16/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan, baik dari sisi kenyamanan, kebersihan, maupun representasi nilai sejarah yang dimiliki.
“Kami ingin memastikan lokasi-lokasi cagar budaya ini nyaman dan memberikan kesan baik bagi Pak Menteri. Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen menjadikan kawasan cagar budaya lebih representatif dan layak sebagai ruang pembelajaran sejarah,” ujar Dony di sela peninjauan.
Bupati berharap kunjungan Menteri Kebudayaan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap peningkatan citra dan penguatan branding kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci dan Palasari sebagai ikon wisata sejarah Sumedang.
“Cagar budaya akan sulit lestari jika tidak dikunjungi. Karena itu, kawasan ini harus ditata dan dibuat menarik agar masyarakat datang, belajar, dan merasakan nilai sejarahnya. Mudah-mudahan dengan kunjungan Menteri Kebudayaan, citra Gunung Kunci dan Palasari semakin menguat sebagai ikon wisata sejarah Sumedang,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang menaruh harapan besar agar sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat revitalisasi kawasan cagar budaya, sekaligus menjadikannya ruang hidup yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan generasi bangsa.***Cece Ruhiyat




























