Habbina
Di Antara Hutan dan Perut Rakyat: Kegelisahan Kuningan Menyikapi Wacana Penutupan TNGC
0 Komentar 139 pembaca

Di Antara Hutan dan Perut Rakyat: Kegelisahan Kuningan Menyikapi Wacana Penutupan TNGC

Pemerintahan

KUNINGAN -Wacana penutupan kawasan wisata alam di lahan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendadak memantik kegelisahan publik. Di Kabupaten Kuningan, isu ini menjalar cepat, menyentuh beragam lapisan masyarakat—dari mahasiswa, pelaku usaha wisata, hingga wakil rakyat di parlemen daerah.

Merespons kegaduhan itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Al Ihya (BEM UNISA) Kuningan menggelar diskusi terbuka di Saung Kopi Hawwu, Sabtu (17/1/2026). Forum ini menjelma ruang dialog kritis, tempat keresahan disuarakan sekaligus gagasan ditawarkan demi masa depan wisata alam dan lingkungan Kuningan.

Diskusi menghadirkan mahasiswa lintas kampus, anggota DPRD Kuningan, aktivis lingkungan, pelaku usaha wisata, tokoh masyarakat, serta perwakilan Balai TNGC. Suasana berlangsung hangat, namun sarat kritik dan pertanyaan mendasar soal arah kebijakan pemerintah.

Sejumlah isu strategis mencuat. Mulai dari urgensi penanaman pohon endemik guna menjaga keseimbangan ekosistem Gunung Ciremai, pengelolaan sumber mata air pegunungan berbasis masyarakat, hingga transparansi pemanfaatan kawasan hutan—termasuk aktivitas penyadapan getah pinus yang dinilai perlu diawasi secara terbuka.

Bagi pelaku wisata, wacana penutupan bukan sekadar isu kebijakan, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup. Wisata alam selama ini menjadi penopang ekonomi warga sekitar. Di tengah tren kunjungan yang terus menurun, penutupan kawasan tanpa skema solusi dinilai berpotensi memperparah kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

“Kalau ditutup tanpa solusi yang jelas, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap ekonomi masyarakat?” ujar salah satu peserta diskusi, disambut anggukan peserta lain.

Forum ini diharapkan menjadi alarm bagi para pengambil kebijakan agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Masyarakat Kuningan menegaskan bahwa perlindungan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi rakyat tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan.

Wacana penutupan TNGC pun dipastikan belum berakhir. Publik kini menanti langkah konkret Pemerintah Provinsi Jawa Barat: menutup total kawasan, menata ulang pengelolaan, atau membuka ruang partisipasi masyarakat sebagai bagian dari solusi bersama.***Ading Permana

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top