Cuaca Ekstrem Menguji Petani Karawang, Ribuan Hektare Sawah dan Tambak Terendam Banjir dan Rob
Peristiwa    Senin 19 Januari 2026    15:49:53 WIBKarawang – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Karawang dalam beberapa pekan terakhir membawa dampak serius bagi sektor pertanian. Ribuan hektare sawah dan tambak milik petani terendam banjir dan rob akibat tingginya curah hujan yang disertai pasang air laut.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang mencatat, sejak awal Januari hingga 19 Januari 2026, luas lahan sawah yang terdampak banjir dan rob mencapai 1.928 hektare pada fase Hari Setelah Tanam (HST), serta 20 hektare pada fase Hari Setelah Semai (HSS).
Kepala DPKPP Kabupaten Karawang, Rohman, mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi petani yang tengah memasuki masa tanam. Kombinasi hujan dengan intensitas tinggi dan pasang air laut menyebabkan air meluap ke area persawahan dan tambak di sejumlah wilayah.
“Curah hujan yang tinggi ditambah pasang air laut mengakibatkan banjir dan rob yang berdampak langsung pada lahan sawah dan tambak petani di beberapa kawasan pertanian Karawang,” ujar Rohman, Senin (19/1).
Ia menjelaskan, data tersebut dihimpun berdasarkan laporan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pertanian di tingkat kecamatan, penyuluh pertanian lapangan, serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Jawa Barat.
“Laporan dari UPTD Pengelolaan Pertanian di tujuh kecamatan, penyuluh pertanian, dan POPT Provinsi menjadi dasar kami dalam memetakan dampak serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan,” jelasnya.
DPKPP Karawang, lanjut Rohman, terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan kerugian petani serta menyiapkan upaya penanggulangan, termasuk pendataan lanjutan dan rekomendasi teknis bagi lahan terdampak.
Cuaca ekstrem ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim, sekaligus harapan agar dukungan dan solusi konkret dapat segera dirasakan oleh para petani yang terdampak.***Red




























