17 Tahun Menjaga Nurani Publik, Radar Bekasi Terus Menjadi Sahabat Kritis Pemerintah
Daerah    Selasa 20 Januari 2026    07:08:45 WIBKOTA BEKASI – Harian Radar Bekasi menapaki usia ke-17 dengan penuh rasa syukur. Momentum Hari Jadi ke-17 yang digelar di Kantor Radar Bekasi, Jalan Mayor Hasibuan, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (19/1/2026), menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang media lokal tersebut dalam mengawal informasi dan pembangunan di Kota serta Kabupaten Bekasi.
Mewakili Plt Bupati Bekasi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Yanyan Akhmad Kurnia, menegaskan bahwa hubungan antara Radar Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melampaui sekadar kerja sama formal.
“Radar Bekasi bagi kami bukan hanya mitra kerja, tetapi mitra berteman. Hubungan ini dibangun atas dasar kedekatan dan kepercayaan,” ujar Yanyan dalam sambutannya.
Ia menilai, relasi yang dilandasi pertemanan justru melahirkan kritik yang jujur, lugas, bahkan terkadang terasa pedas. Namun di situlah letak peran penting media sebagai pengingat bagi pemerintah.
“Kalau sudah dekat, kritik itu mengalir apa adanya. Kadang pedas, tapi kami memahami bahwa kritik dari Radar Bekasi adalah kritik yang membangun, bukan menyerang pribadi atau bernuansa negatif,” katanya.
Menurut Yanyan, keberadaan media yang kritis merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas pemerintahan. Kritik menjadi alarm agar pemerintah daerah tidak kehilangan arah dalam menjalankan kebijakan publik.
“Inilah yang kita bangun bersama, agar pemerintah daerah tidak lost control. Ada unsur kritik yang selalu mengingatkan ketika kami melakukan kekeliruan,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager Radar Bekasi, Andi Ahmadi, menyebut usia 17 tahun sebagai pencapaian yang tidak mudah bagi sebuah media, terutama di tengah derasnya arus disrupsi dan ketatnya persaingan industri pers.
“Usia 17 tahun bagi sebuah media itu perjalanan yang panjang. Di tengah turbulensi persaingan dan disrupsi media, Radar Bekasi masih bisa bertahan. Ini capaian yang patut disyukuri,” ujar Andi.
Ia menyinggung fenomena media yang hanya hadir pada momentum-momentum tertentu, seperti musim pemilihan kepala daerah. Berbeda dengan itu, Radar Bekasi memilih konsisten hadir dalam keseharian masyarakat.
“Alhamdulillah, Radar Bekasi sudah 17 tahun terus ada untuk mengawal fakta dan menjadi clearing house atas informasi yang berseliweran, terutama di media sosial,” jelasnya.
Andi juga menegaskan bahwa media cetak masih memiliki relevansi kuat di tengah dominasi platform digital. Menurutnya, media cetak unggul dalam menjaga akurasi, konteks, dan kejelasan waktu informasi.
“Di media sosial, informasi lama sering diviralkan ulang dan sulit dilacak waktunya. Di media cetak, foto kemarin saja sudah dianggap basi. Di situ ada standar akurasi yang ketat,” katanya.
Ia mengapresiasi pemerintah kota dan kabupaten Bekasi yang hingga kini tetap menjadikan media cetak sebagai salah satu saluran komunikasi resmi, terutama untuk pengumuman yang diatur oleh regulasi pemerintah pusat.
“Sampai hari ini, pengumuman lelang masih diwajibkan di media cetak. Itu menunjukkan bahwa media print masih relevan dan perlu dipertahankan,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Andi menegaskan komitmen Radar Bekasi untuk terus menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, kritis, edukatif, dan konstruktif.
“Kami akan tetap menjadi media kritik, media yang membangun, sekaligus media edukasi. Jangan sembunyikan hal-hal baik. Sampaikan dan sebarkan demi kebaikan masyarakat Kota dan Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.***Samsudin




























