Menanam Harapan di Pesisir Utara: Gerindra Indramayu Lawan Abrasi dengan Mangrove
Daerah    Selasa 20 Januari 2026    12:01:51 WIBINDRAMAYU-Di tengah ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai utara Jawa, upaya penyelamatan lingkungan tak selalu harus menunggu kebijakan besar. Dari pesisir Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, sebuah langkah nyata ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Indramayu dengan menanam 1.200 pohon mangrove, Minggu (18/1/2026).
Di bawah terik matahari dan hembusan angin laut, ratusan kader Partai Gerindra dari berbagai tingkatan—mulai dari pengurus DPC, para ketua PAC se-Kabupaten Indramayu, hingga anggota legislatif Fraksi Partai Gerindra DPRD Indramayu—turun langsung ke pesisir. Dengan kaki terbenam lumpur dan tangan memegang bibit mangrove, mereka menyatu dengan alam, menandai komitmen kolektif menjaga masa depan kawasan pesisir.
Ketua DPC Gerindra Indramayu, H. Kasan Basari, SH, menegaskan bahwa abrasi laut bukan sekadar persoalan alam yang datang dan pergi, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir di masa depan. Menurutnya, jika tidak diantisipasi sejak dini, abrasi dapat menggerus lahan, merusak ekosistem, hingga mengancam sumber penghidupan warga.
“Abrasi bukan hanya soal hari ini, tetapi soal anak cucu kita. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan bersama, dengan langkah konkret dan berkelanjutan,” ujar Kasan Basari di sela kegiatan.
Ia menekankan, penanaman mangrove memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar menanam pohon. Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pantai dari terjangan gelombang laut, sekaligus rumah bagi berbagai biota yang menopang keseimbangan ekosistem pesisir.
“Penanaman mangrove hari ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan menanam harapan, menanam kepedulian, dan menanam tanggung jawab terhadap alam,” tuturnya dengan nada penuh makna.
Selain berdampak ekologis, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Partisipasi aktif para kader dan legislator Gerindra menjadi pesan bahwa kepedulian lingkungan harus dimulai dari teladan, bukan sekadar wacana.
Gerakan penanaman mangrove di Desa Tanjakan ini menjadi simbol kolaborasi antara kekuatan politik dan kepedulian lingkungan. Sebuah ikhtiar kecil namun bermakna, yang diharapkan mampu menahan laju abrasi sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa masa depan pesisir Indramayu masih bisa diselamatkan—asal dirawat bersama, sejak hari ini.***Fikri Rianto




























