Ramadhan Tetap Bergizi, MBG Terus Hadir untuk Jutaan Anak Indonesia
Pemerintahan    Selasa 20 Januari 2026    18:56:11 WIBJakarta -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadhan 2026. Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, meski di tengah pelaksanaan ibadah puasa.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, penyaluran MBG tidak dihentikan selama Ramadhan. Penyesuaian hanya dilakukan pada mekanisme distribusi, agar tetap selaras dengan aktivitas puasa di daerah-daerah mayoritas muslim.
“Seperti tahun lalu, untuk wilayah yang mayoritas berpuasa, makanan dibagikan pada jam sekolah. Anak-anak membawanya pulang untuk dikonsumsi saat berbuka,” ujar Dadan saat ditemui di Menara Kompas, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, menu MBG selama Ramadhan disiapkan dalam bentuk makanan siap saji dengan daya tahan hingga 12 jam. Dengan begitu, makanan tetap aman dan layak dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.
“Makanannya siap santap dan tahan 12 jam, jadi dikonsumsinya saat buka puasa,” katanya.
Sementara itu, di daerah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan ibadah puasa, penyaluran MBG berlangsung normal tanpa perubahan skema. Proses distribusi tetap dilakukan dan makanan langsung dikonsumsi oleh penerima manfaat.
“Untuk daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanannya berjalan seperti biasa,” ujar Dadan.
BGN memastikan seluruh kelompok sasaran tetap menjadi prioritas penerima MBG selama Ramadhan, mulai dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Menurut Dadan, tidak ada pengurangan penerima manfaat, hanya perbedaan mekanisme penyaluran.
“Semua diutamakan, baik yang puasa maupun yang tidak puasa. Yang berbeda hanya caranya,” tegasnya.
Lebih jauh, Dadan mengungkapkan target besar pemerintah pada 2026. Program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai dalam waktu relatif singkat.
“Target kami 82,9 juta jiwa. Insya Allah bisa selesai tahun ini, mudah-mudahan bulan Mei sudah tercapai,” ucapnya.
Untuk mendukung ambisi tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran besar. BGN memperoleh pagu anggaran sebesar Rp268 triliun, ditambah dana standby Rp67 triliun, sehingga total anggaran MBG tahun 2026 mencapai Rp335 triliun.
Selain dukungan anggaran, percepatan program juga ditopang oleh bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah. Keberadaan dapur-dapur ini menjadi tulang punggung distribusi gizi nasional, memastikan makanan bergizi dapat menjangkau jutaan penerima manfaat tepat waktu, termasuk selama bulan suci Ramadhan.***Bambang. EP




























