Atap Gedung Lama SMPN 3 Cikarang Selatan Ambruk, Pemkab Bekasi Pastikan KBM Tetap Aman
Peristiwa    Selasa 20 Januari 2026    21:50:05 WIBCIKARANG SELATAN - Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan penanganan pasca ambruknya atap bangunan lama di SMP Negeri 3 Cikarang Selatan, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, berlangsung cepat dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sekretaris Camat Cikarang Selatan, Udung Budiawan, mengatakan pihak kecamatan menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu dari pemerintah desa setempat. Bangunan yang mengalami kerusakan merupakan gedung lama yang telah dikosongkan hampir dua tahun terakhir karena kondisi fisiknya yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
“Bangunan yang atapnya ambruk itu memang sudah lama tidak digunakan untuk KBM karena strukturnya rapuh. Informasi kejadian kami terima dari kepala desa pada hari Minggu,” ujar Udung, Selasa (20/1/2026).
Udung menjelaskan, sebelumnya pihak kecamatan telah mengusulkan rehabilitasi total terhadap bangunan sekolah tersebut. Berdasarkan informasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, pembangunan ruang kelas baru SMPN 3 Cikarang Selatan telah masuk dalam rencana realisasi pembangunan tahun 2026.
“Alhamdulillah, sekolah ini sudah tercantum dalam rencana pembangunan tahun 2026. Nilai anggarannya sekitar Rp2,7 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru di lokasi bangunan lama yang ambruk,” jelasnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal teknis pelaksanaan pembangunan. Pihak kecamatan berharap proyek tersebut dapat diprioritaskan mengingat kondisi bangunan lama yang berpotensi membahayakan.
“Untuk jadwal pelaksanaan memang belum kami terima. Namun harapannya bisa segera direalisasikan dan menjadi prioritas,” tambah Udung.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan bersama pemerintah desa telah melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Aparatur desa menggelar kerja bakti untuk menurunkan genteng yang masih berpotensi jatuh serta memasang spanduk peringatan agar warga tidak mendekati area bangunan.
“Kami lakukan pengamanan bersama pemerintah desa. Genteng yang berisiko sudah diturunkan, dan dipasang spanduk larangan demi keselamatan, terutama anak-anak,” ungkapnya.
Udung menegaskan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak berdampak pada aktivitas belajar mengajar. Lokasi bangunan yang ambruk berada terpisah dari gedung sekolah yang masih aktif digunakan.
“Tidak ada korban jiwa dan KBM tetap berjalan normal. Posisi bangunan cukup jauh dari ruang kelas aktif, sehingga kegiatan sekolah tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.***Samsudin




























