Waspada Tanpa Panik, Cikarang Selatan Perkuat Ketangguhan Warga Hadapi Cuaca Ekstrem
Pemerintahan    Selasa 20 Januari 2026    21:56:17 WIBCIKARANG SELATAN - Pemerintah Kecamatan Cikarang Selatan meningkatkan kesiapsiagaan menyusul cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang melanda Kabupaten Bekasi dalam beberapa waktu terakhir. Upaya penguatan mitigasi difokuskan pada optimalisasi peran Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai garda terdepan di tingkat desa.
Sekretaris Camat Cikarang Selatan, Udung Budiawan, memastikan hingga Selasa (20/1/2026) wilayahnya masih aman dari bencana banjir.
“Alhamdulillah, sampai saat ini di Kecamatan Cikarang Selatan nihil kejadian banjir,” ujar Udung.
Meski kondisi relatif terkendali, cuaca ekstrem tetap meninggalkan sejumlah dampak. Di antaranya kerusakan atap bangunan SMPN 3 serta pergerakan tanah di Desa Serang, tepatnya di kawasan Perumahan Imanan. Menyikapi hal tersebut, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pengembang perumahan terkait.
Udung menyebut, pengembang menyatakan kesiapannya bertanggung jawab dengan menyiapkan penanganan teknis berupa pembangunan bronjong guna mengamankan area terdampak.
“Langkah ini penting untuk mencegah risiko lanjutan,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh jajaran pemerintahan desa hingga tingkat RT untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Menurutnya, mitigasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan drainase lingkungan.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Serang, Achmad Fadilah, menjelaskan bahwa secara umum wilayah Desa Serang tidak memiliki potensi banjir. Namun, genangan air sesaat kerap muncul di sejumlah kawasan perumahan dengan kontur tanah lebih rendah.
“Biasanya terjadi saat hujan deras selama 40 hingga 60 menit, dan akan surut sekitar 30 menit kemudian,” jelas Achmad.
Terkait pergerakan tanah di Perumahan Imanan, Achmad menuturkan kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik tanah merah yang gembur, terutama di bantaran Sungai Cikadu. Pada hari kejadian, pemerintah desa bersama tim terkait langsung turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan pengembang.
“Selain tanggung jawab pengembang, kami juga berupaya berkontribusi melalui koordinasi penyediaan bronjong serta mengajukan dukungan program CSR dari perusahaan sekitar untuk penanganan infrastruktur terdampak lainnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Achmad menambahkan, Desa Serang telah mengoptimalkan peran Destana sebagai ujung tombak kesiapsiagaan. Tim Destana secara rutin memantau kondisi cuaca, menerima laporan warga, dan melakukan respons cepat terhadap genangan air maupun pergerakan tanah.
“Begitu hujan berlangsung cukup lama dan laporan masuk, tim langsung bergerak untuk penanganan awal,” pungkasnya.***Samsudin




























