Pasar Ditata, Jalan Lega: Pemkab Bekasi Pilih Jalan Persuasif Atasi Pasar Tumpah Cikarang Utara
Pemerintahan    Selasa 20 Januari 2026    22:11:24 WIBCIKARANG UTARA - Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai mengambil langkah konkret untuk menata keberadaan pasar tumpah yang selama ini menjadi sumber kemacetan di Jalan RE. Martadinata, Cikarang Utara. Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, turun langsung ke lapangan pada Selasa (20/1/2025), memastikan solusi yang diambil tidak merugikan pedagang maupun masyarakat.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bekasi mencari jalan tengah antara kepentingan ekonomi warga dan kelancaran lalu lintas di kawasan padat aktivitas itu. Dalam keterangannya, dr. Asep menegaskan bahwa penataan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan bertahap, setelah melalui dialog bersama masyarakat dan para pedagang.
“Kita sudah berdiskusi dengan warga sekitar dan para pedagang. Insyaallah penanganannya dilakukan bertahap. Mulai Februari, pedagang yang berada di pinggir jalan akan kita relokasikan ke Jalan Tumaritis atau Gang Buntu,” ujar Asep.
Menurutnya, Jalan Tumaritis merupakan aset pemerintah daerah yang selama ini kurang dimanfaatkan karena dikenal sebagai jalan mati. Lokasi tersebut dinilai cukup representatif untuk menampung aktivitas para pedagang, sekaligus mengembalikan fungsi Jalan RE. Martadinata sebagai jalur utama lalu lintas.
“Nanti semua pedagang kita relokasikan ke sana. Jalan di depan Sentra Grosir Cikarang (SGC) hanya difungsikan untuk kendaraan, baik besar maupun kecil. Tidak ada lagi pedagang di badan jalan,” tegasnya.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 500 lapak pedagang akan dipindahkan ke lokasi baru. Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi dan diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi, terutama pada pagi dan awal malam hari.
“Ini salah satu solusi untuk mengurai kemacetan. Kita akui, selama ini kemacetan masih sering terjadi, terutama di jam-jam sibuk,” tambah Asep.
Tak hanya relokasi pedagang, Pemkab Bekasi juga menyiapkan penataan kawasan secara menyeluruh. Mulai dari perapihan badan jalan hingga pembenahan saluran air akan dilakukan agar kawasan pasar baru lebih tertata, nyaman, dan aman.
“Pasarnya kita pindahkan, jalannya kita rapihkan, saluran airnya kita benahi. Harapannya pedagang bisa berjualan dengan nyaman dan masyarakat juga nyaman saat berbelanja,” katanya.
Asep berharap langkah ini menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan pasar tumpah sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas di Cikarang Utara, tanpa mengabaikan keberlangsungan ekonomi para pedagang kecil.***Samsudin







Ada 1 Komentar untuk Berita Ini