Jangan Sampai Jebol Lagi: Pemkab Bekasi Dorong Tanggul Permanen Lindungi Warga Muaragembong
Pemerintahan    Kamis 22 Januari 2026    01:26:59 WIBMUARAGEMBONG - Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera melakukan perbaikan permanen pada tanggul kritis Sungai Citarum, khususnya di wilayah Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong. Langkah ini dinilai mendesak guna melindungi keselamatan warga sekaligus mencegah terulangnya peristiwa jebolnya tanggul.
Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, saat meninjau langsung lokasi tanggul jebol di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Rabu (21/1/2026). Peninjauan dilakukan bersama BPBD, perwakilan BBWS, Camat Muaragembong, serta unsur lintas sektor lainnya.
Dr. Asep menyatakan, Pemkab Bekasi telah berkoordinasi intensif dengan BBWS terkait penanganan tanggul sebagai upaya preventif jangka panjang. Menurutnya, anggaran penanganan telah disiapkan dan diharapkan pekerjaan dapat segera direalisasikan.
“Saya sudah berbicara dengan pihak BBWS. Anggarannya sudah ada dan kami ingin penanganan dilakukan secepat mungkin, agar kejadian jebol seperti ini tidak terulang untuk kedua kalinya,” ujar Asep.
Berdasarkan hasil identifikasi sementara BBWS, terdapat sedikitnya lima titik tanggul kritis di wilayah Kecamatan Muaragembong. Selain itu, potensi kerawanan serupa juga ditemukan di Kecamatan Cabangbungin dan Pebayuran.
Pemkab Bekasi pun mengusulkan agar pembangunan tanggul permanen di Muaragembong mengadopsi konsep Sheet Pile Steel (SSP), seperti yang telah diterapkan di kawasan Kalimalang. Menurut Asep, pembangunan dengan model tersebut dinilai lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami akan ajukan ke pemerintah pusat. Harapannya tanggul bisa dipermanenkan seperti SSP di Kalimalang. Saat ini tinggal menunggu Detail Engineering Design (DED), karena kewenangannya memang ada di pusat,” jelasnya.
Selain ke pemerintah pusat, Pemkab Bekasi juga berencana meminta dukungan Gubernur Jawa Barat untuk mendorong percepatan penanganan permanen Sungai Citarum di wilayah Bekasi.
“Kami akan mengajukan ke Pak Gubernur agar didorong ke pusat. Untuk wilayah Bekasi yang dilintasi Sungai Citarum, kami ingin ke depan tanggulnya dibangun kuat agar tidak mudah jebol lagi,” tambahnya.
Asep juga mengungkapkan, laporan jebolnya tanggul diterima dari masyarakat pada malam sebelumnya. Berkat respons cepat dari lintas sektor, kondisi darurat dapat segera diantisipasi.
“Penanganan awal berjalan baik. Tanggul yang sebelumnya jebol kini sudah dibuat lebih landai sehingga tekanan air berkurang. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bahu-membahu di lapangan,” ucapnya.
Terkait rumah warga yang mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut, Pemkab Bekasi memastikan akan berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pemerintah daerah. Jika memungkinkan melalui APBD akan kita bantu, jika tidak tersedia, akan kita upayakan melalui Baznas atau program CSR,” tegas Asep.
Ia menambahkan, secara umum kondisi banjir di Kabupaten Bekasi mulai berangsur surut. Dari 17 kecamatan yang sebelumnya terdampak, kini tersisa sekitar lima kecamatan.
“Banjir di Kabupaten Bekasi memang menjadi persoalan tahunan. Inilah tugas kami ke depan, bagaimana meminimalisir risiko banjir agar dampaknya tidak terus dirasakan masyarakat,” pungkasnya.***Samsudin




























