Praja IPDN Dorong Data Desa dan Gerakan Bersih, Sekda Sumedang: Kolaborasi Ini Menentukan Capaian Daerah
Pemerintahan    Jumat 23 Januari 2026    00:35:35 WIBSUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang memantau langsung jalannya Magang Tingkat III Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang kini terfokus pada dua agenda besar: penguatan basis data melalui program Desa Cinta Statistik (Cantik) dan percepatan gerakan Sumedang Bebas Sampah.
Monitoring dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati di Command Center dan PPS, Rabu (21/1/2025). Di hadapan Sekda, para praja memaparkan perkembangan kegiatan magang yang berlangsung secara tematik, dengan penekanan pada pembaruan data desa serta penguatan kerja-kerja birokrasi berbasis informasi.
Tuti menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Praja IPDN yang dinilai memberi dampak langsung bagi pembangunan daerah, terutama dalam memperkuat fondasi data sebagai rujukan kebijakan. Pemerintah daerah, kata Tuti, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan kalangan akademisi.
“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan akademisi dan buah dari kolaborasi ini tentunya sangat menentukan capaian indikator makro di Kabupaten Sumedang,” ujar Tuti.
Menurutnya, kontribusi praja telah terlihat dalam mendorong birokrasi agar lebih bergerak, khususnya lewat pembaruan data pada program Desa Cantik serta penguatan implementasi Sumedang Bebas Sampah. Ia berharap kegiatan magang ini semakin membantu percepatan kemajuan Sumedang, terutama pada aspek database yang menjadi “mesin” dalam perumusan program dan pengukuran capaian.
Sementara itu, Wakil Rektor IPDN Bidang Akademik dan Inovasi, Prof. Hyronimus Rowa, menjelaskan bahwa target utama magang di Kabupaten Sumedang adalah mendukung program Desa Cantik untuk penanganan kemiskinan, sekaligus mengakselerasi program Sumedang Bebas Sampah.
Hyronimus juga menyampaikan sejumlah masukan teknis, termasuk perlunya rekap jumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sumedang Utara, serta perencanaan kapasitas pengumpulan data harian agar target bisa tercapai secara terukur.
Ia menyebut praja telah melakukan pengumpulan data dengan metode door to door. Dalam pelaksanaannya, satu desa atau satu kelurahan ditempatkan 30 orang praja. Pergerakan, kata dia, sudah terlihat di lapangan maupun pada aplikasi pemantauan.
“Sudah ada pergerakan data yang Praja kerjakan secara door to door. Satu desa atau satu kelurahan ditempatkan 30 orang. Progresnya sudah terlihat dan hingga hari ini meningkat, bahkan di aplikasi sudah bergerak sampai 14 persen,” katanya.
Hyronimus berharap hingga penutupan magang pada 3 Februari 2026, progres pengumpulan dan penataan data terus meningkat dan mencapai angka signifikan, sehingga dapat memperkuat penataan data desa melalui program Desa Cantik dan mempercepat dampak program Sumedang Bebas Sampah.
Dengan dukungan birokrasi daerah dan pendampingan akademik, kerja-kerja lapangan praja IPDN di Sumedang tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga mulai dari data yang lebih rapi hingga lingkungan yang lebih bersih.***Cece Ruhiyat




























