Cuaca Ekstrem Telan Harapan Petani, Ribuan Ikan KJA Jatiluhur Mati Mendadak
Peristiwa    Jumat 23 Januari 2026    23:43:11 WIBPurwakarta- Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat kembali memukul sektor perikanan. Ribuan ikan di kolam jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, dilaporkan mati mendadak. Peristiwa tersebut terpantau pada Jumat (23/1/2026), meninggalkan kerugian besar bagi para petani ikan.
Pantauan di lokasi menunjukkan hamparan ikan mas mati mengapung di area KJA Waduk Jatiluhur, tepatnya di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani. Sebagian ikan tampak dibiarkan membusuk di permukaan air karena jumlahnya yang sangat banyak.
Salah seorang petani ikan KJA, Roni, mengatakan bahwa kematian ikan di kolam miliknya diperkirakan mencapai sekitar satu ton. Dari total 32 petak kolam yang dikelolanya, sebagian besar terdampak, dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Peristiwa ini terjadi tadi malam. Air waduk tiba-tiba berubah drastis. Akibatnya ikan tidak kuat dan mati,” ujar Roni dengan nada pasrah.
Ia menambahkan, kematian ikan di Waduk Jatiluhur sebenarnya sudah terjadi sejak dua hari terakhir di beberapa titik berbeda. Namun, tidak berlangsung secara serentak karena kondisi perairan yang bervariasi di setiap lokasi.
Menurut Roni, penyebab utama kematian ikan adalah fenomena upwelling atau umbalan, yakni naiknya air dingin dari dasar waduk ke permukaan akibat perubahan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut menyebabkan suhu air turun secara tiba-tiba dan mengganggu metabolisme ikan, khususnya ikan mas yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu.
Di sisi lain, warga sekitar Waduk Jatiluhur turut memanfaatkan ikan-ikan yang mengalami mabuk atau mati. Sebagian warga yang berprofesi sebagai ojek perahu mengambil ikan yang masih layak konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Ikan yang masih bagus kami bawa pulang untuk dimasak atau dijadikan ikan asin. Kalau yang sudah tidak layak biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ikan patin yang masih ada di kolam,” ujar Aan, warga setempat.
Para petani ikan KJA Waduk Jatiluhur kini diminta terus meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir tidak hanya mengancam ikan mas, tetapi juga ikan nila dan ikan patin yang selama ini menjadi komoditas utama pemasok pasar di wilayah Jawa Barat.
Fenomena alam yang berulang ini menjadi pengingat rapuhnya ketahanan petani perikanan terhadap perubahan iklim, sekaligus menambah daftar panjang tantangan yang harus mereka hadapi demi menjaga roda ekonomi tetap berputar.***Ags




























