Desa Srimukti Bak Lautan, Plt Bupati Bekasi Turun Langsung Evakuasi Warga
Peristiwa    Sabtu 24 Januari 2026    09:24:52 WIBTAMBUN UTARA, KABUPATEN BEKASI Banjir besar melanda Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (23/01/2026), setelah tanggul Sungai CBL jebol akibat tingginya debit air. Luapan sungai menggenangi permukiman warga hingga kawasan tersebut tampak seperti lautan dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, turun langsung ke lokasi banjir untuk memimpin proses evakuasi warga bersama BPBD Kabupaten Bekasi, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran pimpinan daerah di tengah lokasi bencana dilakukan untuk memastikan proses penyelamatan berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi.
“Ya, hari ini kami berada di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara. Kondisinya seperti lautan karena Sungai CBL meluap akibat tanggul yang jebol, sehingga air masuk ke perkampungan. Saya bersama BPBD, TNI, dan Polri turun langsung membantu mengevakuasi warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak yang terjebak banjir,” ujar Asep Surya Atmaja di lokasi.
Ia menjelaskan, penanganan darurat difokuskan pada evakuasi kelompok rentan, seperti anak-anak, perempuan, lanjut usia, serta warga dengan keterbatasan mobilitas. Tim gabungan melakukan penyisiran dari rumah ke rumah untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal, sekaligus memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman.
Selain evakuasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mulai dari pendataan warga terdampak, pemantauan kondisi tanggul Sungai CBL, hingga koordinasi lintas instansi guna mempercepat penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar.
Asep menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat hingga situasi benar-benar terkendali. Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk segera menyiapkan langkah lanjutan, termasuk perbaikan tanggul yang jebol serta upaya mitigasi agar kejadian banjir serupa tidak terus berulang.
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan luapan Sungai CBL dan daerah rawan banjir lainnya untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan jika membutuhkan evakuasi atau bantuan darurat.
“Petugas gabungan masih bersiaga penuh untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air dan dampak lanjutan,” pungkasnya.***Sam




























