Perumahan Grand Texpia Desa Ciasem Tengah Subang Diterjang Banjir, Warga Panik Selamatkan Diri
Peristiwa    Sabtu 24 Januari 2026    09:43:43 WIBSUBANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pantura Kabupaten Subang selama dua hari berturut-turut berubah menjadi petaka bagi ratusan warga. Sejumlah sungai tak lagi mampu menahan debit air yang terus meningkat, memicu banjir besar di sedikitnya empat kecamatan, Jumat (23/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan banjir merendam permukiman warga di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan. Di Kecamatan Sukasari, puluhan rumah di Desa Anggasari tergenang air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Sementara di Kecamatan Blanakan, banjir juga merendam kawasan permukiman dan lahan pertanian warga, menyebabkan aktivitas lumpuh total.
Namun, kondisi paling memprihatinkan terjadi di Perumahan Grand Texpia, Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem. Sekitar pukul 17.00 WIB, tembok penahan tanah (TPT) di kawasan tersebut jebol. Derasnya aliran air yang diduga berasal dari Bendungan Cijengkol langsung menerjang permukiman tanpa memberi waktu bagi warga untuk bersiap.
Air datang secara tiba-tiba dan dengan cepat menggenangi rumah-rumah warga hingga ketinggian lebih dari satu meter. Kepanikan tak terelakkan. Warga berlarian menyelamatkan diri, sebagian hanya mampu membawa pakaian yang melekat di badan, sementara kendaraan dan perabot rumah tangga terpaksa ditinggalkan.
“Airnya langsung naik, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Kami hanya sempat keluar rumah,” ujar salah seorang warga dengan nada masih gemetar.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah penghuni perumahan mengalami kerugian besar. Perabot elektronik, dokumen penting, hingga kendaraan terendam banjir. Beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menunggu air surut.
Hingga malam hari, petugas dari berbagai instansi terus berdatangan ke lokasi banjir. Aparat kepolisian, TNI, BPBD, serta relawan disiagakan untuk membantu evakuasi warga dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah hulu.
Banjir kali ini kembali menjadi pengingat rapuhnya sistem pengendalian air di kawasan Pantura Subang, sekaligus menyisakan harapan warga agar penanganan banjir dilakukan lebih serius demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.***Red Ahas




























