Air Terus Naik, Ribuan Rumah Warga Ciasem Subang Terendam Banjir Hingga Satu Meter
Peristiwa    Sabtu 24 Januari 2026    12:42:28 WIBSUBANG – Banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terus meluas hingga Sabtu (24/1/2026) pagi. Ribuan rumah di Desa Ciasem Tengah dan Desa Ciasem Hilir, Kecamatan Ciasem, terendam air dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik.
Luapan Sungai Ciasem dan Kali Cijengkol menjadi penyebab utama banjir yang semakin meluas. Air mulai masuk ke rumah-rumah warga sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam waktu singkat, genangan meningkat drastis pada pukul 05.00 WIB dan meluas ke dua desa pada sekitar pukul 08.00 WIB.
Kondisi di lapangan kian mengkhawatirkan setelah akses jalan utama menuju Dukuh Ciasem dilaporkan terputus. Terputusnya jalur tersebut menghambat mobilitas warga sekaligus memperlambat penyaluran bantuan bagi korban terdampak.
“Banjir ini akibat luapan Kali Cijengkol ditambah kiriman air dari wilayah Cimacan. Ketinggian air bervariasi antara setengah sampai satu meter. Perkiraan rumah terdampak sekitar 150 unit per RT, dan ini masih terus meluas,” ujar Subandi, salah seorang warga setempat, kepada awak media.
Ia menyebut hujan yang masih mengguyur wilayah Subang, ditambah kiriman air dari daerah hulu di Subang bagian selatan serta kabupaten tetangga, membuat kondisi banjir semakin sulit dikendalikan.
“Air masih terus naik, warga sudah mulai mengungsi,” katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang mencatat ribuan rumah warga terdampak banjir di dua desa tersebut. Petugas gabungan terus melakukan patroli sekaligus membantu proses evakuasi warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.
“Air sudah merendam dua desa dan kondisinya masih tinggi. Kami terus melakukan patroli serta evakuasi warga,” kata petugas BPBD Subang, Yakub.
BPBD juga menyoroti persoalan pendangkalan sungai yang dinilai memperparah banjir. Tingginya sedimentasi menyebabkan kapasitas sungai menurun sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Ke depan perlu segera dilakukan normalisasi aliran sungai agar dampak banjir bisa diminimalisir,” ujar Yakub.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap bantuan segera datang, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Sejumlah pengungsi dilaporkan mulai mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi sambil menunggu kondisi banjir surut.***Ahas




























