Di Bawah Flyover, Negara Hadir Menjaga Kesehatan Pengungsi Banjir Pamanukan
Kesehatan    Senin 26 Januari 2026    22:04:19 WIBSUBANG – Di tengah genangan air yang belum sepenuhnya surut, kepedulian terhadap kesehatan warga terdampak banjir terus mengalir. Di bawah Flyover Pamanukan, Kabupaten Subang, puluhan warga yang terpaksa mengungsi mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan Puskesmas Pamanukan, Senin (26/01/2026).
Dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Pamanukan, Dr. Bahtiar Riva’i, tim kesehatan melakukan monitoring sekaligus pelayanan medis bagi para pengungsi yang terdampak banjir di wilayah Pamanukan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, keluhan penyakit ringan hingga penanganan awal bagi warga yang membutuhkan rujukan lebih lanjut.
Dr. Bahtiar Riva’i mengatakan, pelayanan kesehatan bagi pengungsi merupakan bentuk kehadiran negara di tengah situasi darurat, sekaligus upaya mencegah munculnya penyakit pascabanjir yang kerap menyerang kelompok rentan.
“Pada kondisi seperti ini, risiko penyakit meningkat, terutama infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, diare, hingga hipertensi. Karena itu kami turun langsung untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau dan tertangani dengan baik,” ujar Dr. Bahtiar di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, banjir tidak hanya berdampak pada kehilangan tempat tinggal sementara, tetapi juga dapat menurunkan daya tahan tubuh masyarakat akibat kelelahan, kurang istirahat, dan kondisi lingkungan yang tidak ideal. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan.
“Kami juga mengingatkan pengungsi agar tetap menjaga kebersihan, memperhatikan asupan makanan, dan segera melapor jika mengalami keluhan kesehatan. Pencegahan jauh lebih penting agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit di pengungsian,” katanya.
Dr. Bahtiar menegaskan, Puskesmas Pamanukan akan terus melakukan pemantauan secara berkala selama masa tanggap darurat banjir berlangsung. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah serta pihak terkait untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya tetap aman.
“Selama warga masih mengungsi, kami pastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran tenaga medis di lokasi pengungsian memberikan rasa aman dan ketenangan tersendiri bagi para pengungsi. Di tengah keterbatasan, layanan kesehatan menjadi penguat harapan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana.
Banjir yang melanda wilayah Pamanukan menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian lintas sektor sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam penanganan fisik bencana, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan martabat masyarakat terdampak.***Ahas




























