Siaga di Tengah Ancaman Hujan, Bupati Subang Minta ASN Berdiri di Garda Terdepan Banjir
Pemerintahan    Senin 26 Januari 2026    20:53:49 WIBSUBANG - Pemerintah Kabupaten Subang meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan pentingnya kesiapsiagaan penuh seluruh jajaran aparatur, khususnya camat di wilayah rawan, menyusul prakiraan curah hujan tinggi dalam dua hari ke depan.
Penegasan itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Kang Rey saat memimpin Apel Gabungan ASN Kabupaten Subang di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang, Senin (26/1/2025). Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, staf ahli bupati, para asisten daerah, serta seluruh ASN peserta apel.
Instruksi siaga itu menyusul peninjauan langsung yang dilakukan Kang Rey ke lokasi banjir di Kecamatan Ciasem, Sabtu (26/1). Dari lapangan, ia menilai perlunya respons cepat dan koordinasi intensif lintas wilayah, terutama di kawasan Pantura dan Subang bagian selatan.
“Untuk para camat di wilayah selatan tolong diantisipasi. Di Pantura yang hari ini sedang berjuang, mudah-mudahan cepat surut, tapi tetap harus diantisipasi. Intensitas hujan dua hari ke depan masih cukup tinggi,” tegas Kang Rey di hadapan peserta apel.
Ia meminta seluruh camat—terutama di Blanakan, Ciasem, Pamanukan, wilayah Pantura, dan Subang Selatan—untuk stand by 24 jam, memastikan setiap perkembangan di lapangan segera dilaporkan agar langkah penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.
“Seluruh camat saya minta selalu stand by. Kalau ada masalah apa pun, segera lapor melalui HT masing-masing supaya saya langsung tahu dan bisa mengambil langkah,” ujarnya.
Tak hanya itu, Kang Rey juga menginstruksikan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk siaga penuh. Ia meminta data curah hujan diperbarui setiap jam di seluruh kecamatan, sebagai sistem peringatan dini sekaligus dasar pengambilan keputusan.
“Camat harus betul-betul siaga, pantau secara detail. Setiap jam dikontrol curah hujan di setiap kecamatan di Subang Selatan agar bisa memberi informasi bagi wilayah Pantura,” katanya.
Di akhir arahannya, Kang Rey juga menyoroti layanan publik yang terdampak bencana. Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) segera mengisi kembali blanko administrasi kependudukan yang habis di sejumlah kecamatan, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
“Kadisdukcapil, camat-camat yang blankonya sudah habis segera diisi kembali. Camat harus follow up. Alhamdulillah, Disdukcapil hari ini responsif dan pelayanan KTP bisa dilakukan langsung di kecamatan,” pungkasnya.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah sekaligus memastikan negara hadir di tengah masyarakat saat risiko bencana meningkat.***Ahas




























