Dari Ruang Kelas ke Masa Depan: Revitalisasi Sekolah Kebumen Diresmikan
Pendidikan    Senin 26 Januari 2026    21:10:43 WIBKebumen -Upaya membangun masa depan pendidikan yang lebih layak dan berkeadilan kembali ditegaskan pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Senin (26/1/2026), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. meresmikan Revitalisasi Sekolah se-Kabupaten Kebumen yang dipusatkan di SD Negeri 2 Jatisari.
Peresmian ini menjadi penanda dimulainya babak baru bagi puluhan sekolah di Kebumen yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Di hadapan para pendidik, kepala sekolah, dan jajaran pemerintah daerah, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan bagian dari ikhtiar negara menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi setiap anak Indonesia.
“Sekolah adalah ruang tumbuh harapan. Ketika ruang itu layak, proses belajar akan berjalan lebih baik, dan anak-anak bisa berkembang secara optimal,” ujar Abdul Mu’ti.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025. Ia menyebutkan, program tersebut telah menjangkau 61 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, baik sekolah negeri maupun swasta, yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kebumen.
“Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp21,88 miliar. Ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih menjadi tantangan,” kata Lilis.
Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya berdampak pada fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan semangat belajar siswa serta motivasi guru dalam menjalankan proses pembelajaran. Ruang kelas yang lebih layak, fasilitas pendukung yang memadai, hingga lingkungan sekolah yang lebih aman dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.
Bupati Lilis berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut pada tahun 2026. Pasalnya, kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan di Kebumen masih cukup besar, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran dan perdesaan.
“Kami berharap keberlanjutan program ini tetap menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga semakin banyak satuan pendidikan yang bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Program revitalisasi sekolah ini sejalan dengan agenda nasional penguatan layanan pendidikan dasar dan menengah, sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah. Bagi Kebumen, revitalisasi sekolah bukan hanya soal bangunan yang diperbarui, tetapi juga tentang menyalakan kembali harapan ribuan siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.***Bagustian




























