Latihan Pra-Tugas Berujung Duka, Marinir TNI AL Tertimbun Longsor di Cisarua
Peristiwa    Senin 26 Januari 2026    21:39:37 WIBJAKARTA – Duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Laut. Sebanyak 23 prajurit Marinir TNI AL menjadi korban bencana longsor yang terjadi di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, saat tengah menjalani latihan pra-tugas sebagai persiapan pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG).
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan, para prajurit tersebut sedang mengikuti latihan intensif sebelum diberangkatkan ke Papua. Latihan dilakukan di wilayah tersebut sebagai bagian dari kesiapan operasional satuan Marinir dalam menjalankan tugas negara.
“Mereka sedang melaksanakan latihan pra-tugas untuk dikirim melaksanakan pengamanan perbatasan RI–PNG. Memang dilaksanakan latihannya di sana,” ujar KSAL Muhammad Ali usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menurut Ali, bencana longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi selama hampir dua hari berturut-turut. Kondisi cuaca ekstrem itu memicu pergerakan tanah yang akhirnya menimbun satu desa di lokasi latihan, tempat sejumlah prajurit Marinir berada.
“Curah hujan sangat tinggi, hampir dua malam hujan deras. Akibatnya terjadi longsor dan menimpa desa yang kebetulan ada prajurit Marinir sedang melaksanakan latihan,” jelasnya.
Dari total 23 prajurit yang tertimbun material longsor, hingga kini empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, 19 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terus bekerja di tengah medan yang berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
“Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Saat ini baru ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia, sementara lainnya masih belum ditemukan,” kata Ali.
Upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, serta relawan dan pemerintah daerah. KSAL memastikan TNI AL akan memberikan perhatian penuh terhadap proses pencarian, penanganan korban, serta pendampingan kepada keluarga prajurit yang terdampak musibah ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit dalam setiap tahapan tugas, bahkan sejak masa persiapan. Di balik pengabdian untuk menjaga kedaulatan negara, ada pengorbanan besar yang harus dibayar, termasuk nyawa para prajurit terbaik bangsa***Bambang. Ep




























