Habbina
Bertahan di Kolong Flyover, Warga Pamanukan Hadapi Krisis Kemanusiaan Akibat Banjir
0 Komentar 156 pembaca

Bertahan di Kolong Flyover, Warga Pamanukan Hadapi Krisis Kemanusiaan Akibat Banjir

Peristiwa

SUBANG -Banjir yang merendam wilayah Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kian meluas dan menempatkan ribuan warga dalam kondisi memprihatinkan. Di Desa Mulyasari, ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, membuat kawasan permukiman tak lagi layak dihuni.

Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat darurat, mulai dari masjid hingga kolong Flyover Pamanukan. Pantauan di lokasi, Senin (26/1/2026), puluhan kepala keluarga tampak bertahan di kolong flyover hanya beralaskan tikar seadanya, tanpa fasilitas memadai.

Ironisnya, mayoritas pengungsi merupakan kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu-ibu, dan balita. Pemerintah Desa Mulyasari mencatat, sedikitnya 1.464 kepala keluarga terdampak banjir. Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak banjir di Pamanukan mencapai 4.292 jiwa.

“Ratusan jiwa sudah mengungsi di dua masjid dan kolong Flyover Pamanukan,” kata Kepala Desa Mulyasari, Hasanudin Masawi.

Banjir dipicu meluapnya Sungai Cigadung dan Sungai Kalemsema akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak kemarin hingga pagi hari. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter di sejumlah titik.

Namun, di tengah kondisi darurat tersebut, para pengungsi mengaku belum menerima bantuan resmi dari pihak terkait. Bantuan makanan justru datang dari solidaritas masyarakat, di antaranya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamanukan 1 serta pelajar SMA Negeri 1 Pamanukan yang membagikan nasi bungkus.

“Ini makanan dari anak-anak yang tidak masuk sekolah. Kami kemas lalu dibagikan ke pengungsi di kolong flyover,” ujar Idi, salah seorang guru SMAN 1 Pamanukan.

Minimnya bantuan membuat kondisi pengungsi semakin memprihatinkan. Bahkan, sebagian warga terpaksa meminta sumbangan di jalan, berharap uluran tangan dari para pengguna jalan yang melintas.

“Bantuan belum ada. Tadi hanya nasi bungkus, itu pun tidak semua kebagian karena pengungsi berebut,” ujar Wawan, salah seorang pengungsi.

Banjir Pamanukan kini bukan sekadar genangan air, melainkan telah menjelma menjadi krisis kemanusiaan yang menuntut perhatian dan respons cepat dari seluruh pihak terkait.**Red Ahas

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top