Gerai Koperasi Desa Merah Putih Bandorasa Wetan Dikebut, Ditarget Rampung Akhir Januari
Pemerintahan    Selasa 27 Januari 2026    23:18:55 WIBKUNINGAN – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, terus dikebut dan ditargetkan rampung pada 31 Januari 2026. Proyek ini tercatat sebagai salah satu pembangunan koperasi desa dengan progres tercepat di wilayah Kuningan, didukung kesiapan lahan yang telah tersedia sejak awal.
Kepala Desa Bandorasa Wetan, Yayan Fudiani, S.H., mengatakan percepatan pembangunan tidak terlepas dari kesiapan desa dalam menyiapkan lokasi. Lahan yang digunakan sebelumnya tidak difungsikan, sehingga tidak memerlukan pekerjaan cut and fill maupun pengurugan dan penggalian yang kerap menjadi kendala pembangunan.
“Pembangunan dimulai sejak November 2025. Target pekerjaan fisik selesai pada 31 Januari 2026, dan penyerahan gerai koperasi dijadwalkan Februari 2026,” ujar Yayan, Senin (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan gerai koperasi dilaksanakan melalui skema Dana Desa sesuai ketentuan yang berlaku. Anggaran tersebut mencakup pembangunan fisik gedung serta kebutuhan pendukung operasional koperasi. Adapun pelaksana pembangunan Gerai KDMP adalah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Keberadaan Gerai KDMP diharapkan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa. Sejumlah jenis usaha telah direkomendasikan, antara lain penyediaan kebutuhan pokok, obat murah, klinik desa, layanan logistik dan distribusi, pergudangan atau cold storage, serta layanan simpan pinjam dan keuangan mikro.
Selain itu, Gerai KDMP Desa Bandorasa Wetan juga dirancang sebagai sentra oleh-oleh khas Kuningan dan produk UMKM lokal. Produk unggulan desa yang akan dipasarkan di antaranya keripik ubi jalar, serta potensi kerajinan yang tengah dikembangkan melalui program Batik Bandorasa.
Menurut Yayan, posisi Desa Bandorasa Wetan yang strategis karena dilalui wisatawan menuju sejumlah destinasi unggulan, seperti Cibulan, Linggarjati, dan Arunika, menjadi peluang besar bagi gerai koperasi sebagai lokasi singgah sekaligus pusat ekonomi desa.
Pada tahap awal operasional, pengurus koperasi akan memprioritaskan pembentukan kepengurusan dan perekrutan anggota. “Layanan simpan pinjam masih dalam tahap kajian. Fokus awal kami pada keanggotaan dan simpanan,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan pembangunan Gerai KDMP, seraya berharap fasilitas tersebut dapat menjadi aset desa yang mendorong pertumbuhan ekonomi warga dan pengembangan UMKM secara berkelanjutan.
Gerai KDMP ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi, dilengkapi fasilitas area parkir, gerai usaha, gudang, gerai sembako, kantor sekretariat koperasi, serta layanan pendukung lainnya.
Sementara itu, Babinsa Bandorasa Wetan, Kopka Abdul Hamed, turut mengapresiasi percepatan pembangunan gerai koperasi tersebut. Ia menilai kolaborasi antara perangkat desa dan masyarakat menjadi kunci kelancaran program.
“Kami berterima kasih atas kerja sama semua pihak. Komunikasi yang sederhana dan humanis menjadi kunci kelancaran pembangunan Gerai KDMP ini,” ujarnya.***Ading Permana




























