Polwan Polres Subang Hadirkan Trauma Healing, Kembalikan Senyum Anak Korban Banjir Pamanukan
POLRI    Selasa 27 Januari 2026    23:54:02 WIBSUBANG – Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polres Subang bersama anggota Polsek Pamanukan memberikan layanan trauma healing kepada anak-anak korban banjir yang berada di lokasi pengungsian bawah Flyover Pamanukan, Selasa (27/1/2026).
Puluhan anak tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan permainan yang disiapkan oleh para polwan. Mulai dari bernyanyi, menari, hingga bermain ular-ularan, suasana pengungsian yang semula terasa muram perlahan berubah menjadi penuh tawa dan keceriaan.
Anak-anak berusia 4 hingga 10 tahun terlihat semakin bersemangat saat diberikan hadiah berupa makanan ringan, cokelat, permen, dan biskuit. Meski sempat berebut, para polwan dengan penuh kesabaran mengatur anak-anak agar tetap tertib.
Kegiatan diawali dengan bernyanyi bersama, di mana anak-anak yang berani tampil mendapat hadiah. Meski demikian, seluruh anak tetap menerima bingkisan jajanan sebagai bentuk kebersamaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan permainan ular-ularan yang dipandu langsung oleh para polwan.
Seiring berjalannya kegiatan, anak-anak yang awalnya terlihat malu-malu mulai berani mengekspresikan diri dan berinteraksi aktif dengan teman-temannya.
Kapolsek Pamanukan, AKP Udin Awaludin, mengatakan bahwa kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk mengurangi kejenuhan serta memulihkan kondisi psikologis anak-anak selama berada di pengungsian.
“Kami mengerahkan anggota Polsek Pamanukan dan polwan Polres Subang untuk memberikan trauma healing agar anak-anak tidak merasa bosan dan jenuh selama tinggal di pengungsian,” ujarnya.
Menurut AKP Udin, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap para korban banjir, khususnya anak-anak yang rentan mengalami trauma akibat bencana.
“Kami ingin memberikan edukasi, permainan, serta kegiatan yang menyenangkan agar mereka bisa kembali ceria meski sedang menghadapi musibah,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan trauma healing ini dilakukan secara inisiatif dan dapat dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan relawan lainnya.
“Selama tinggal di pengungsian, anak-anak tentu merasakan kejenuhan. Dengan kehadiran polwan yang telah dilatih untuk trauma healing, kami berharap semangat mereka bisa bangkit kembali,” pungkasnya.***Red Ahas




























