Investasi Banten Melonjak di 2025, Tembus Rp130,2 Triliun dan Lampaui Target Nasional
Pemerintahan    Rabu 28 Januari 2026    01:06:38 WIBBANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatatkan kinerja gemilang dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2025. Total investasi yang masuk mencapai Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari target tahunan. Lonjakan signifikan pada Triwulan IV menjadi faktor utama yang mendorong capaian positif pada Semester II sekaligus realisasi tahunan.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Rilis Realisasi Investasi Triwulan IV dan Semester II Periode Januari–Desember 2025 yang digelar di Rahaya Resort Banten, Jalan Raya Leuwidamar, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (27/1/2026).
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan bahwa realisasi investasi tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan yang sangat menggembirakan, khususnya pada paruh kedua tahun.
“Investasi kita meningkat cukup tinggi, tadi disebutkan sekitar 108 persen. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Banten terus menguat,” ujar Dimyati.
Ia menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Menurutnya, segala bentuk gangguan terhadap aktivitas investasi justru akan berdampak kontraproduktif bagi pembangunan daerah.
“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak mengganggu investasi. Jika investasi diganggu, itu akan menjadi kontraproduktif. Kita justru ingin menarik minat investor agar mau menanamkan modalnya di daerah kita,” tegasnya.
Dimyati juga menekankan bahwa kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota memiliki kepentingan yang sama dalam mendorong masuknya investasi ke wilayah masing-masing.
“Bupati dan wali kota tentu ingin investasinya tumbuh. Jika tiba-tiba investasi itu diganggu, maka upaya kita bersama menjadi sia-sia,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemprov Banten dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kelestarian lingkungan. Selain itu, Pemprov memastikan agar manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“Lapangan pekerjaan sangatlah penting. Semua itu dapat terwujud karena adanya investasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, menjelaskan bahwa lonjakan realisasi investasi pada Triwulan IV 2025 menjadi pengungkit utama capaian Semester II dan realisasi tahunan.
“Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi Banten mencapai Rp38,6 triliun. Angka ini tumbuh signifikan dan menjadi faktor utama capaian Semester II,” ujar Virgojanti.
Ia merinci, realisasi investasi Triwulan IV terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp19,30 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp19,28 triliun. Total proyek yang terealisasi mencapai 31.185 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 58.733 orang.
“Secara kumulatif sepanjang 2025, total realisasi investasi mencapai Rp130,2 triliun, dengan komposisi PMDN sebesar Rp73,20 triliun dan PMA sebesar Rp56,96 triliun. Ini mencerminkan kepercayaan investor yang terus menguat terhadap Banten,” jelasnya.
Virgojanti menambahkan, sektor industri kimia dan farmasi masih menjadi kontributor terbesar investasi, baik pada Triwulan IV maupun secara tahunan. Selain itu, sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri juga menunjukkan kinerja yang solid.
Dari sisi wilayah, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon masih menjadi episentrum utama investasi di Provinsi Banten, seiring konsistensi daya tarik kawasan industri dan dukungan infrastruktur di kedua daerah tersebut.
Ia juga menyoroti penguatan investasi berbasis hilirisasi yang semakin menonjol pada akhir tahun 2025. Nilai investasi hilirisasi pada Triwulan IV mencapai Rp17,5 triliun atau sekitar 45,33 persen dari total investasi triwulan tersebut. Secara tahunan, hilirisasi menyumbang Rp41,3 triliun atau 31,72 persen dari total investasi 2025.
“Capaian ini menunjukkan arah kebijakan investasi Banten yang semakin fokus pada peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, investasi telah menyerap tenaga kerja sebanyak 214.216 orang,” tutup Virgojanti.***Jajat




























