Dorong Kolaborasi dan Kemandirian, Bupati Dony Ajak Sumedang Keluar dari Zona Nyaman
Pemerintahan    Rabu 28 Januari 2026    00:46:36 WIBSUMEDANG-Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan daerah yang kolaboratif, inovatif, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikannya saat memimpin Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumedang Tahun 2027 yang digelar di Ruang Kerja Bupati, Selasa (27/1/2026).
Menurut Dony, pembangunan Sumedang ke depan tidak dapat dilakukan secara parsial dan sektoral. Dibutuhkan sinergi lintas unsur melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan Sumedang harus dilakukan secara terintegrasi dan kolaboratif agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Dony.
Ia menekankan pentingnya keberanian untuk keluar dari comfort zone menuju competitive zone dengan mengedepankan transformasi digital, reformasi birokrasi, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam forum tersebut, Bupati Dony memaparkan sejumlah fokus pembangunan daerah, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, penguatan sektor UMKM, modernisasi pertanian, serta pengembangan pariwisata yang bertumpu pada kearifan lokal.
“Seluruh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, hasil pertanian, peternakan hingga produk UMKM, harus berasal dari produksi masyarakat Sumedang sendiri. Ini bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.
Selain itu, Dony juga menginstruksikan agar seluruh aset daerah yang telah dibangun dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan secara maksimal, termasuk infrastruktur jalan kabupaten yang ditargetkan mencapai kondisi 100 persen mantap paling lambat pada tahun 2027.
Menutup arahannya, Bupati Dony mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan daerah.
“Sumedang harus dileukeunan, dilayadan, dirawatan, dan diropea. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, Sumedang Simpati semakin maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumedang, Sajidin, menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 memiliki peran strategis dalam memastikan arah pembangunan daerah berjalan secara partisipatif, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, FKP merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan RKPD setelah sebelumnya dilaksanakan Kick Off Penyusunan RKPD Tahun 2027 pada 23 Desember 2025.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan tema pembangunan tahun 2027, mengidentifikasi isu strategis dan permasalahan pembangunan, serta merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah,” jelas Sajidin.***Cece Ruhiyat




























