Damkar Bandung Turun Tangan di Longsor Cisarua, Kerahkan Personel Terbaik Demi Evakuasi Korban
Pemerintahan    Rabu 28 Januari 2026    03:17:25 WIBBANDUNG-Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan terlibat aktif dalam penanganan bencana longsor di wilayah Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejak hari pertama kejadian, Diskarmatan langsung menerjunkan personel terbaik untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun material longsoran.
Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar, mengatakan pihaknya setiap hari menurunkan dua regu, yakni regu rescue dan regu pemadaman, dengan total 14 personel yang bertugas secara bergiliran di lokasi bencana.
“Sejak Sabtu pagi, 24 Januari 2026, kami sudah berada di lokasi. Hingga hari ini sudah empat hari berturut-turut personel kami membantu proses evakuasi korban longsor,” ujar Soni saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Dalam operasi tersebut, Diskarmatan Kota Bandung mengandalkan pompa air bertekanan tinggi sebagai sarana utama. Alat ini digunakan untuk membuka dan mengurai timbunan material tanah agar korban dapat segera ditemukan.
“Dengan tekanan air yang tinggi, tanah longsoran bisa dibuka sehingga memudahkan proses evakuasi korban yang berada di dalam timbunan,” jelasnya.
Soni menambahkan, penggunaan alat berat sepenuhnya menjadi kewenangan tim SAR, BNPB, dan BPBD. Sementara Diskarmatan fokus memaksimalkan peralatan serta keahlian yang dimiliki oleh petugas pemadam dan rescue.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya, Diskarmatan Kota Bandung menghadapi sejumlah kendala, terutama pada hari pertama. Akses menuju lokasi bencana yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan pemadam kebakaran.
Selain itu, kebutuhan debit air yang besar untuk mengoperasikan pompa bertekanan tinggi juga menjadi hambatan di lapangan.
“Karena membutuhkan debit air yang cukup besar, kami sempat kesulitan. Akhirnya kami membuat bendungan sementara agar tersedia air yang bisa digunakan untuk penyemprotan,” ungkap Soni.
Terkait durasi penugasan, Soni menegaskan Diskarmatan Kota Bandung akan tetap berada di lokasi hingga ada komando resmi dari Basarnas dan BPBD terkait penghentian proses pencarian korban.
Lebih lanjut, keterlibatan Diskarmatan dalam penanganan longsor di Cisarua menjadi pembelajaran penting dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bandung.
Menurut Soni, pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana mitigasi, mulai dari pompa air untuk penanganan banjir hingga personel rescue untuk human rescue maupun animal rescue jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Meski sebagian personel diterjunkan ke Cisarua, Soni memastikan pelayanan pemadam kebakaran di Kota Bandung tetap berjalan optimal.
“Memang ada pengurangan personel karena sebagian kami kerahkan ke sana. Tapi sudah kami perhitungkan. Petugas yang seharusnya libur pun bersedia mengorbankan waktu istirahatnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat Kota Bandung tetap tidak terganggu,” tuturnya.***Ayi Herlambang




























