Banjir Pantura Subang Belum Surut, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian di Tengah Hujan yang Terus Turun
Peristiwa    Rabu 28 Januari 2026    07:53:19 WIBSUBANG -Banjir yang merendam wilayah Pantura Kabupaten Subang hingga Selasa (27/1/2026) belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Ribuan rumah masih tergenang air, memaksa ratusan warga bertahan di lokasi-lokasi pengungsian dengan rasa cemas yang belum mereda.
Pantauan di lapangan menunjukkan, para pengungsi masih memadati sejumlah masjid serta kolong Flyover Pamanukan. Mereka memilih bertahan karena rumah yang ditinggalkan masih terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 100 sentimeter.
“Saya belum berani pulang. Takut air masih tinggi, apalagi hujan terus turun,” ujar Nurjanah, salah seorang pengungsi, saat ditemui di lokasi pengungsian.
Menurut Nurjanah, hujan yang belum berhenti mengguyur wilayah Pamanukan membuat para pengungsi khawatir banjir kembali meninggi. Kekhawatiran itu mendorong dirinya bersama ratusan warga lainnya memilih bertahan hingga kondisi benar-benar dinilai aman.
Kondisi serupa dialami Suryana, warga Dusun Kedunggede, Desa Mulyasari. Bersama istri dan anak-anaknya, ia terpaksa mengungsi ke kolong flyover setelah rumahnya terendam banjir hampir setinggi satu meter.
“Untuk sementara kami bertahan di sini, karena rumah tidak bisa ditempati,” kata Suryana.
Di tengah kecemasan para pengungsi, kebutuhan dasar seperti makanan dan sembako relatif tercukupi. Bantuan terus mengalir dari dapur umum, SPPG, hingga sumbangan warga yang peduli terhadap kondisi korban banjir.
Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin menyampaikan, hingga saat ini terdapat sekitar 150 jiwa yang mengungsi di kolong Flyover Pamanukan dan sekitar 200 jiwa lainnya bertahan di Masjid Jami’e Hidayatul Jariyah Kedunggede, termasuk pengungsi yang berada di sekitar jalan nasional.
Ia mengimbau masyarakat dan para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan agar berkoordinasi melalui Posko Terpadu Penanggulangan Banjir di Kolong Flyover Pamanukan, sehingga bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Desa Mulyasari, sedikitnya 1.464 kepala keluarga terdampak banjir. Bencana ini dipicu meluapnya Sungai Cigadung dan Sungai Kalemsema akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 120 sentimeter.***Red Ahas




























