Habbina
Evakuasi Berlanjut, Santunan Rp25 Juta untuk Korban Longsor Cisarua
0 Komentar 209 pembaca

Evakuasi Berlanjut, Santunan Rp25 Juta untuk Korban Longsor Cisarua

Peristiwa

CISARUA, KBB -Duka masih menggantung di lereng Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tanah yang runtuh bukan hanya menimbun rumah dan fasilitas, tetapi juga harapan puluhan keluarga yang hingga kini masih menunggu kepastian nasib orang-orang tercinta. Tragedi longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu ini menjelma menjadi salah satu bencana paling mematikan di Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah proses pencarian korban yang belum rampung, pemerintah memastikan negara hadir untuk mereka yang gugur dan keluarga yang ditinggalkan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmen pemberian santunan sebesar Rp25 juta kepada setiap ahli waris korban meninggal dunia, tanpa membedakan latar belakang korban.

Santunan tersebut diberikan kepada 23 anggota Marinir TNI Angkatan Laut yang gugur saat menjalani latihan, dua anggota Bhabinkamtibmas, serta warga sipil yang menjadi korban longsor. Kebijakan ini, menurut Dedi, merupakan bentuk penghormatan negara atas pengorbanan dan penderitaan yang terjadi akibat bencana tersebut.

“Ini bukan soal angka, tapi bentuk kehadiran negara di saat warganya menghadapi duka mendalam. Mereka yang gugur, baik dalam tugas maupun sebagai warga sipil, adalah korban dari peristiwa kemanusiaan yang harus kita hormati bersama,” ujar Dedi Mulyadi, Selasa (27/1/2026).

Ia juga menegaskan, dua anggota kepolisian yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat menuju lokasi pencarian korban dikategorikan gugur dalam tugas. Dengan demikian, keduanya berhak memperoleh santunan yang sama seperti korban lainnya.

Sementara itu, upaya pencarian korban masih berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Material longsor berupa tanah, batu, dan kayu dengan volume besar menyulitkan tim SAR gabungan untuk menjangkau titik-titik yang diduga masih menyimpan korban. Cuaca yang tidak menentu dan kondisi kontur tanah yang labil menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa hingga Selasa sore pukul 17.20 WIB, tim gabungan telah berhasil menemukan 47 jenazah. Namun, sebanyak 33 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.

“Pencarian hari ini kami hentikan sementara untuk evaluasi dan faktor keselamatan. Kegiatan evakuasi akan dilanjutkan kembali dengan penyesuaian strategi,” ujar Ade Dian.

Di lokasi bencana, keluarga korban tampak bertahan di sekitar posko pengungsian. Sebagian dari mereka memilih tetap menunggu di dekat area longsor, berharap kabar baik meski peluang kian menipis. Isak tangis kerap pecah saat satu per satu jenazah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.

Tragedi Cisarua bukan hanya soal korban jiwa dan kerugian materi. Peristiwa ini kembali membuka diskusi panjang tentang persoalan tata ruang, alih fungsi lahan, serta mitigasi bencana di wilayah rawan longsor. Sejumlah pihak menilai, kerentanan kawasan pegunungan yang terus dibebani aktivitas manusia tanpa perhitungan ekologis menjadi faktor yang tak bisa diabaikan.

Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan lahan dan sistem peringatan dini di wilayah rawan bencana. Namun bagi keluarga korban, langkah-langkah itu datang setelah kehilangan yang tak tergantikan.

Di tengah lumpur yang masih basah dan tanah yang belum sepenuhnya stabil, Cisarua menjadi pengingat pahit bahwa bencana bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah pertemuan antara alam, kebijakan, dan kesiapsiagaan manusia. Dan bagi puluhan keluarga yang kini berduka, yang tersisa hanyalah harapan agar para korban segera ditemukan dan tragedi serupa tak kembali terulang.***Ayi Herlambang

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top