Banjir Rendam 38 Rumah di Cikarang Utara, Pemkab Bekasi Buka Dapur Umum dan Salurkan Bantuan
Pemerintahan    Kamis 29 Januari 2026    23:50:13 WIBCIKARANG UTARA – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bekasi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (29/1/2026). Luapan Kali Cikarang merendam puluhan rumah warga yang berada di bantaran sungai.
Camat Cikarang Utara, Enop Can, mengatakan banjir mengakibatkan sedikitnya 38 rumah warga terendam dengan ketinggian air rata-rata mencapai 40 hingga 50 sentimeter. Rumah-rumah terdampak umumnya berada di kawasan padat penduduk yang berdekatan langsung dengan aliran sungai.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air Kali Cikarang meningkat dan meluap hingga masuk ke permukiman warga,” ujar Enop Can.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kampung Keramat, Desa Karangbaru; Kampung Pasar Seng, Desa Cikarang Kota; Kampung Kaliulu, Desa Karangraharja; serta Desa Tanjungsari. Genangan air mulai terjadi sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan mengganggu aktivitas warga, terutama rumah tangga yang berada di titik terendah aliran sungai.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Cikarang Utara bersama unsur terkait langsung melakukan langkah penanganan darurat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pengecekan langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan kondisi warga serta lingkungan sekitar.
“Kami juga melakukan pemadaman aliran listrik di area yang tergenang sebagai langkah antisipasi guna mencegah potensi bahaya,” jelas Enop.
Selain itu, pemerintah kecamatan menyalurkan bantuan logistik awal berupa mi instan, makanan ringan, dan air mineral untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak banjir.
Enop menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif, terutama jika curah hujan kembali meningkat dan berpotensi memicu luapan susulan. Koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat wilayah, serta instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Kami tetap siaga dan memastikan warga berada dalam kondisi aman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Karangraharja, Suhendra, menyampaikan bahwa pemerintah desa turut bergerak cepat dengan membuka dapur umum bagi warga terdampak banjir.
“Dapur umum kami buka untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama banjir masih berlangsung,” ujarnya.
Menurut Suhendra, dapur umum tersebut dikelola oleh perangkat desa bersama unsur masyarakat dan relawan setempat, serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar distribusi makanan berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami akan terus menyesuaikan operasional dapur umum dengan kebutuhan warga dan perkembangan situasi di lapangan,” pungkasnya.***Samsudin




























