Tanggul Amblas, Belasan Rumah Warga di Serang Baru Terancam Longsor
Peristiwa    Jumat 30 Januari 2026    00:26:24 WIBSERANG BARU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi memicu pergerakan tanah di dua kawasan permukiman warga di Kecamatan Serang Baru. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bergerak cepat menangani kejadian longsor yang terjadi di Perumahan Villa Lestari 1, Desa Jayasampurna, serta Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam.
Peristiwa ini dipicu amblasnya tanggul pembatas antara perumahan dan Kali Cikarang yang tak mampu menahan peningkatan debit air saat hujan berintensitas tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga rusak parah, dan menimbulkan kekhawatiran akan longsor susulan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan, serta berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, mulai dari RT, pemerintah desa, hingga pihak pengembang.
“Ini merupakan dampak bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 12 rumah dengan sembilan kepala keluarga berada dalam kondisi terancam,” ujar Dodi, Kamis (29/1/2026), kepada Bekasikab.go.id.
Ia menjelaskan, pergerakan tanah tidak hanya terjadi di Perumahan Villa Lestari 1 RT 033 RW 017, tetapi juga di Perumahan Mega Regency RT 34 RW 09. Di salah satu titik, pergeseran tanah mencapai sekitar lima meter, dengan panjang area terdampak kurang lebih 35 meter.
BPBD Kabupaten Bekasi merekomendasikan penanganan teknis untuk mencegah kerusakan yang lebih luas. Mengingat jarak permukiman warga dengan aliran sungai cukup dekat, diperlukan penguatan struktur tanah berupa tanggul penahan yang kokoh dan permanen.
“Rekomendasi utama kami adalah pembangunan turap penguatan tanah secara permanen. Untuk penanganan darurat, saat ini dibutuhkan bronjong, bambu, dan terpal guna menahan pergerakan tanah sementara,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 17 Perumahan Villa Lestari 1, Suyatno, mengungkapkan bahwa warga sebenarnya telah lama mengusulkan pembangunan tanggul yang memadai untuk mengantisipasi banjir dan longsor. Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum sesuai harapan.
“Kami sudah menyampaikan ke pihak pengembang dan responnya memang cepat, tetapi pengerjaannya kurang maksimal. Tanah hasil pengerukan sungai hanya ditumpuk tanpa penguatan konstruksi permanen,” kata Suyatno.
Menurutnya, longsor terjadi secara bertahap, dimulai dari retakan kecil hingga pergeseran tanah yang semakin meluas seperti saat ini. Berdasarkan pendataan warga, sekitar 10 rumah terdampak dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang, terutama pada dinding yang mengalami retak.
“Sudah ada warga yang terpaksa merenovasi rumahnya secara mandiri karena retakan semakin parah. Sementara perbaikan unit dari pihak pengembang belum ada, penanganan baru sebatas infrastruktur,” pungkasnya.***Samsudin




























