Di Tengah Rotasi, Kepala Sekolah Karawang Menunggu Kepastian
Pendidikan    Jumat 30 Januari 2026    02:50:00 WIBKARAWANG - Sejumlah kepala sekolah (kepsek) jenjang SD dan SMP di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tengah berada dalam suasana harap-harap cemas. Kepastian mengenai jabatan mereka masih menggantung, seiring rencana rotasi dan mutasi yang akan dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang dalam waktu dekat.
Rotasi-mutasi tersebut disebut akan didasarkan pada evaluasi kinerja, masa jabatan, serta penyesuaian kebijakan pendidikan. Namun, sebelum keputusan resmi diumumkan, ketidakpastian itu sudah lebih dulu terasa di lingkungan sekolah.
Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di internal sekolah terkait kemungkinan pergantian pimpinan. Tak sedikit kepala sekolah yang mulai merapikan administrasi, sekaligus menyerahkan sebagian tugas strategis kepada staf sebagai langkah antisipasi.
“Bukan soal takut, tapi kami harus siap dengan segala kemungkinan. Kalau sewaktu-waktu ada keputusan, setidaknya administrasi sudah rapi dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” ujar seorang kepala sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kepala sekolah lainnya mengaku juga merasakan kegelisahan yang sama, meski berusaha bersikap legawa. “Namanya juga manusia, pasti ada rasa khawatir. Tapi saya selalu siap ditempatkan di mana pun, walaupun secara pribadi ya cukup betah di sekolah yang sekarang,” ujarnya sembari tersenyum.
Menanggapi dinamika tersebut, Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi kepala sekolah dilakukan secara objektif dan profesional.
“Rotasi dan mutasi ini tidak dilakukan secara subjektif. Semua melalui mekanisme penilaian yang terukur,” tegas Wawan, Rabu (28/1).
Ia menjelaskan, penempatan kepala sekolah mengacu pada hasil asesmen yang dipetakan melalui sistem manajemen talenta. Penilaian tersebut mencakup kinerja, kompetensi, potensi kepemimpinan, serta rekam jejak masing-masing kepala sekolah.
“Penempatan kepala sekolah sepenuhnya berdasarkan hasil penilaian dan pemetaan kompetensi. Tidak ada unsur kedekatan, suka atau tidak suka. Semua melalui sistem manajemen talenta,” katanya.
Wawan juga menegaskan bahwa dalam proses rotasi-mutasi ini, Disdikbud Karawang tidak pernah meminta imbalan dalam bentuk apa pun.
“Akan ada reward bagi kepala sekolah yang berprestasi dan punishment bagi yang kinerjanya perlu dievaluasi. Sekali lagi saya tegaskan, Disdikbud Karawang tidak pernah meminta imbalan sepeser pun,” ujarnya.
Menurut Wawan, kebijakan rotasi dan mutasi semata-mata bertujuan untuk memastikan setiap satuan pendidikan dipimpin oleh kepala sekolah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tantangan sekolah masing-masing.
“Tujuan utama kami adalah peningkatan kualitas pendidikan di Karawang. Apa pun hasilnya nanti, kami berharap semua kepala sekolah dapat menerima keputusan ini dengan lapang dada dan tetap menjaga profesionalisme,” pungkasnya.***Red Emn




























