Ketika Pemuda Cianjur Diuji Zaman: Karang Taruna dan Janji Perubahan Nyata
Pemerintahan    Minggu 01 Februari 2026    06:49:41 WIBCIANJUR-Pelantikan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Cianjur masa bakti 2026–2031 yang digelar di Pancaniti Pendopo Cianjur, Sabtu (31/1/2026), bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Momentum ini menjadi penanda harapan sekaligus ujian besar bagi pemuda Cianjur untuk tampil lebih relevan dan berdampak nyata di tengah dinamika sosial masyarakat.
Mengusung tema “Pemuda Berdaya, Cianjur Era Baru Menuju Indonesia Emas 2045”, pelantikan ini menyiratkan pesan kuat: masa depan daerah, bahkan bangsa, tidak mungkin dilepaskan dari peran aktif generasi mudanya hari ini.
Bupati Cianjur, dr. M. Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa Karang Taruna tidak lagi bisa berjalan dengan pola lama. Perubahan zaman, menurutnya, menuntut organisasi kepemudaan untuk lebih profesional, solid, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
“Karang Taruna hari ini dituntut untuk lebih profesional, solid, dan peka terhadap persoalan sosial. Dengan pengurus yang baru ini, kami berharap ada perubahan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat Cianjur,” ujar Wahyu.
Pernyataan tersebut menyiratkan satu pesan penting: pemuda tidak boleh lagi sekadar menjadi pelengkap agenda pembangunan, melainkan harus hadir sebagai motor penggerak perubahan. Perbedaan antara yang muda dan yang tua, lanjut Wahyu, bukan semata soal pengalaman, melainkan terletak pada semangat, keberanian berinovasi, serta kemampuan menciptakan manfaat meski dengan keterbatasan.
Ke depan, Karang Taruna Cianjur diarahkan untuk memperkuat peran di bidang sosial. Realitas sosial di Cianjur masih menyisakan banyak persoalan, mulai dari korban bencana, anak yatim, masyarakat yang terpuruk akibat penipuan, hingga kelompok rentan yang kehilangan daya bangkit. Di titik inilah Karang Taruna diuji, apakah mampu menjadi ruang yang inklusif dan solutif, merangkul pemuda dari berbagai latar belakang ekonomi dan pendidikan agar tetap bisa berdaya.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur yang baru, Delly Setia Permana, mengungkapkan bahwa kepengurusan kali ini berjumlah sekitar 100 orang yang terbagi dalam 16 bidang sesuai keahlian masing-masing.
“Sekitar 80 persen pengurus kami lakukan regenerasi. Kami butuh semangat baru, kerja keras, dan proses yang panjang agar Karang Taruna ke depan bisa lebih maju dan aktif dalam kegiatan sosial,” kata Delly.
Langkah regenerasi ini patut diapresiasi. Bukan semata soal usia, tetapi tentang energi baru, ide segar, dan keberanian bekerja lebih keras demi menjawab tantangan zaman.
Rencana program kerja yang diawali dari bidang olahraga dengan menyasar desa dan kecamatan menunjukkan pendekatan yang membumi. Kegiatan olahraga, termasuk otomotif dan voli tingkat kecamatan, bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana konsolidasi sosial dan penguatan kebersamaan pemuda. Target satu tahun ke depan yang diisi dengan berbagai program kepemudaan menjadi janji yang kini menunggu pembuktian melalui kerja nyata, bukan sekadar wacana.
Pada akhirnya, pelantikan ini adalah titik awal, bukan garis akhir. Tema besar menuju Indonesia Emas 2045 hanya akan bermakna jika diterjemahkan ke dalam aksi konkret hari ini. Karang Taruna Cianjur kini memikul ekspektasi besar: menjadi organisasi pemuda yang tidak hanya hadir di acara seremonial, tetapi juga berdiri bersama masyarakat saat mereka paling membutuhkan. Di sanalah makna pemuda berdaya benar-benar diuji.***Dede Ruhyana




























