Merajut Solusi Pascabanjir, Desa Karangraharja Perkuat Komunikasi Warga dan Swasta
Pemerintahan    Jumat 06 Februari 2026    22:53:41 WIBBEKASI - Pemerintah Desa Karangraharja bergerak cepat merespons dampak banjir dengan mengintensifkan komunikasi bersama RT, RW, serta warga terdampak. Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya memastikan penanganan pascabanjir berjalan terkoordinasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Kepala Desa Karangraharja, Suhendra, mengatakan bahwa fokus utama pemerintah desa pascabanjir adalah menghimpun aspirasi serta kebutuhan riil warga untuk dirumuskan menjadi solusi jangka pendek dan jangka panjang.
“Komunikasi dengan RT, RW, dan warga terus kami lakukan. Seluruh masukan dibawa ke forum RT RW agar penanganan pascabanjir bisa terkoordinasi dan berkelanjutan,” ujar Suhendra saat ditemui, Jumat (6/2/2026).
Dalam penanganan darurat, dukungan juga datang dari sektor swasta. Perusahaan Cinity turut membantu dengan menurunkan dua unit alat berat serta pompa air guna mempercepat surutnya genangan dan membersihkan material sisa banjir di sejumlah titik terdampak.
“Bantuan alat berat dan pompa air dari Cinity sangat membantu proses penanganan di lapangan,” katanya.
Berdasarkan hasil pendataan dampak banjir di kawasan Sakura, warga di masing-masing RW menyampaikan sejumlah usulan teknis sebagai langkah mitigasi ke depan. Di RW 27, warga mengusulkan pembangunan tanggul setinggi 1 hingga 2 meter di sepanjang Kali Cibalok, pengadaan pompa air berkapasitas besar di sekitar Sekolah Thoriq Bin Ziyad dan Blok I, serta penataan sistem drainase pembuangan dari kawasan Lantana Blok A.
Sementara itu, warga RW 28 mengusulkan pelebaran drainase di RT 4, 5, dan 6 dari lebar 40 sentimeter menjadi 120 sentimeter yang dilengkapi pintu air. Selain itu, peninggian jalan penghubung dari RW 28 menuju Blok J juga dinilai penting untuk mengurangi risiko genangan saat hujan deras.
Adapun warga RW 29 mengusulkan normalisasi sodetan Kalibuntu hingga BCL secara berkala, serta penyesuaian kapasitas drainase di kawasan Samiya agar mampu menampung debit air yang lebih besar saat curah hujan tinggi.
Suhendra menegaskan seluruh usulan tersebut merupakan hasil musyawarah warga terdampak dan menjadi kebutuhan mendesak guna mencegah terulangnya bencana banjir di masa mendatang.
“Kami berharap usulan ini menjadi perhatian dan prioritas penanganan karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga Karangraharja ke depan,” tegasnya.
Pemerintah Desa Karangraharja pun berkomitmen untuk terus mengawal koordinasi lintas pihak, termasuk dengan unsur swasta, agar penanganan banjir dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan demi ketahanan lingkungan dan kesejahteraan warga.***Samsudin




























