Lindungi Warga dari Ancaman Banjir, Pemkab Bekasi Dorong Perbaikan Tanggul Secara Kolaboratif
Pemerintahan    Jumat 06 Februari 2026    23:04:02 WIBSUBANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membangun serta memperkuat kembali tanggul-tanggul yang rusak dan jebol di sejumlah wilayah rawan banjir.
Permintaan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Kamis (5/2/2026).
Asep mengungkapkan, saat ini terdapat 16 titik tanggul di Kabupaten Bekasi yang mengalami kerusakan serius dan jebol. Kondisi tersebut dinilai tidak dapat ditangani secara parsial karena berpotensi menimbulkan banjir berulang, khususnya di wilayah hilir.
“Di Kabupaten Bekasi terdapat 16 titik tanggul yang mengalami kerusakan dan jebol. Penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Karena itu kami meminta dukungan dari Pemprov Jawa Barat dan BBWS agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Asep.
Ia menegaskan, tanggul memiliki fungsi vital sebagai pelindung masyarakat dari risiko banjir tahunan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan, bukan sekadar solusi jangka pendek.
Dari sisi pembiayaan, Asep menjelaskan bahwa perbaikan tanggul akan dilakukan melalui skema kolaborasi lintas pemerintah, dengan mengoptimalkan sinergi anggaran antara APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa Barat, serta dukungan dari BBWS.
“Pembiayaan akan dilakukan secara bersama-sama. Dengan kolaborasi ini, kami berharap penanganan tanggul jebol bisa direalisasikan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Menurut Asep, sinergi antar pemerintah tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi tanggul sesuai standar teknis dan memperhatikan daya dukung lingkungan.
Ia pun berharap ke depan tidak lagi terjadi peristiwa tanggul jebol yang berulang dan merugikan masyarakat. Perencanaan jangka panjang serta pengawasan berkelanjutan terhadap kondisi tanggul dan daerah aliran sungai dinilai menjadi kunci utama.
“Harapan kami, masyarakat dapat merasa lebih aman, terutama saat musim hujan. Ini bukan semata soal pembangunan fisik, tetapi juga komitmen bersama untuk melindungi keselamatan warga dan menjaga keberlanjutan wilayah,” pungkasnya.***Samsudin




























