Masjid Tak Sekadar Tempat Salat, Subang Dorong Lahirnya Gerakan Masjid Berdampak
Pemerintahan    Minggu 08 Februari 2026    22:58:21 WIBSUBANG - Pemerintah Kabupaten Subang menyatakan dukungan penuh terhadap lahirnya Komunitas Masjid Berdampak (KOMPAK) sebagai gerakan kolaboratif untuk menghidupkan kembali peran masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan solusi sosial di tengah masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, dalam peluncuran KOMPAK pada agenda Seminar Kemasjidan – Insight Series Chapter 1 yang digelar di Masjid Raudhatul Ilmi, Kawasan BRIN Subang, Minggu (8/2).
Pria yang akrab disapa Kang Akur itu menegaskan, masjid tidak boleh berhenti fungsinya hanya pada waktu salat. Menurutnya, masjid harus hadir menjawab persoalan riil warga, mulai dari pembinaan generasi muda hingga penguatan solidaritas sosial.
“Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi inisiatif KOMPAK. Masjid harus menjadi ruang yang inklusif, ramah anak muda, tempat kolaborasi lintas generasi, sekaligus pusat pemberdayaan sosial. Kami siap bersinergi agar masjid di Subang semakin berdampak,” ujarnya di hadapan ratusan pengurus masjid.
Ketua KOMPAK, Juli Jajuli, menjelaskan bahwa KOMPAK dibentuk bukan sekadar forum silaturahmi antarpengurus masjid. Lebih dari itu, KOMPAK dirancang sebagai support system untuk memperkuat kapasitas DKM agar mampu mengelola masjid secara profesional, transparan, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Kami ingin masjid tidak berjalan sendiri-sendiri. KOMPAK hadir untuk menguatkan pengurusnya, membuka akses bantuan, dan memastikan masjid benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” kata Juli.
Sebagai langkah konkret, KOMPAK menyiapkan sejumlah program kerja yang langsung menyasar kebutuhan pengurus masjid. Program tersebut antara lain pendampingan manajemen dan tata kelola keuangan masjid yang profesional dan akuntabel, pelatihan rutin melalui Insight Series tentang kepemudaan, digitalisasi, dan pengembangan program sosial, hingga akses percepatan bantuan pemerintah, CSR perusahaan, serta lembaga filantropi.
Selain itu, KOMPAK juga menggagas Safari Dakwah, studi tiru antar-masjid untuk berbagi praktik baik, serta penguatan jejaring kolaborasi antar-DKM se-Kabupaten Subang.
Dalam seminar tersebut, peserta juga mendapatkan inspirasi dari sejumlah praktisi kemasjidan melalui materi seperti Masjid Sejuta Pemuda dan Masjid Makan-Makan. Materi tersebut dihadirkan sebagai contoh praktik baik, sementara implementasi di Subang tetap difokuskan pada program kerja KOMPAK.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mayoritas pengurus masjid yang hadir menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam jejaring KOMPAK dan bergerak bersama membangun masjid yang lebih hidup dan bermanfaat.
Dengan dukungan pemerintah daerah, DMI, komunitas pemuda, serta sektor industri, Kabupaten Subang ditargetkan menjadi pionir gerakan masjid berdampak di tingkat nasional.
“Harapannya, masjid bukan hanya makmur bangunannya, tapi makmur perannya. Ada anak muda yang betah, ada warga yang terbantu, dan ada jamaah yang merasa memiliki,” pungkas Juli.
Tentang KOMPAK:
Komunitas Masjid Berdampak (KOMPAK) merupakan wadah kolaboratif penggerak dan pengurus DKM di Kabupaten Subang yang berfokus pada penguatan manajemen masjid, pemberdayaan pemuda, serta pengembangan program sosial berbasis masjid, di bawah naungan Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB).***Red Ahas




























