Musrenbang Jatisari: Menjahit Aspirasi Warga, Merawat Masa Depan Kecamatan
Pemerintahan    Selasa 10 Februari 2026    11:27:55 WIBKarawang - Pemerintah Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2027 tingkat kecamatan pada Selasa (10/02) di Aula Kantor Kecamatan Jatisari. Forum tahunan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pembangunan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
Musrenbang dihadiri seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Bhabinkamtibmas dan Babinsa AD, para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan rumah sakit. Kehadiran lintas sektor tersebut menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat.

Dipimpin langsung Camat Jatisari, H. Surisno, SKM, MAP, Musrenbang membahas berbagai usulan prioritas pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan pusat, kabupaten dan poros desa, penataan lingkungan dan jalan setapak, peningkatan jalan usaha tani, pembangunan gedung kantor dan Penerangan Jalan Umum (PJU), Tempat Pemakaman Umum (TPU), sistem drainase lingkungan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi.
Forum berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta. Musrenbang tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga wadah menyatukan harapan masyarakat Jatisari agar pembangunan berjalan lebih merata, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Camat Jatisari, H. Surisno, SKM, MAP, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar rutinitas perencanaan, melainkan komitmen moral pemerintah untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Musrenbang ini adalah ruang bersama untuk menyatukan suara warga Jatisari. Apa yang kita bahas hari ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang bagaimana negara hadir menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan yang layak, lingkungan yang sehat, hingga hunian yang manusiawi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa infrastruktur tetap menjadi kebutuhan mendasar, terutama perbaikan jalan pusat, jalan kabupaten, poros desa, serta jalan usaha tani yang menjadi urat nadi perekonomian warga.

“Bagi kami, jalan bukan hanya soal beton dan aspal. Jalan adalah akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan masa depan. Ketika jalan baik, distribusi hasil pertanian lancar, anak-anak mudah ke sekolah, dan pelayanan publik semakin cepat,” kata Surisno.
Selain infrastruktur jalan, Camat Jatisari juga menyoroti pentingnya penataan lingkungan melalui pembangunan drainase, RTH, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin Jatisari tumbuh sebagai kecamatan yang nyaman dan layak huni. Drainase yang baik mencegah banjir, RTH memberi ruang bernapas bagi warga, dan program Rutilahu adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga martabat masyarakatnya,” tambahnya.
Surisno berharap seluruh usulan yang telah dirumuskan dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah dan mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten.
“Kami menyadari tidak semua usulan bisa terealisasi sekaligus. Namun dengan perencanaan yang matang, data yang kuat, dan dukungan semua pihak, kami optimistis pembangunan Jatisari dapat berjalan bertahap, terukur, dan tepat sasaran. Yang terpenting, masyarakat harus terus dilibatkan agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.***Man/Iyang




























