Mendengar dari Sawah: Komitmen Pemkab Bekasi Menjaga Nafas Pertanian Daerah
Pemerintahan    Selasa 10 Februari 2026    05:38:30 WIBBekasi-Di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta ancaman banjir dan kekeringan yang kerap menghantui kawasan pertanian, Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan tidak ingin berjalan sendiri. Aspirasi petani menjadi pijakan utama dalam merumuskan arah kebijakan pertanian daerah.
Komitmen itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat menerima audiensi perwakilan petani wilayah utara Kabupaten Bekasi di Ruang Rapat Gedung Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (9/2). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan petani yang selama ini berada di garis depan penopang ketahanan pangan.

Dalam kesempatan itu, Asep menekankan bahwa sektor pertanian tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan petani akan menjadi bahan pertimbangan serius dalam penyusunan program dan kebijakan Pemkab Bekasi.
“Produktivitas pertanian tidak bisa dilepaskan dari pola tanam yang tepat, pengelolaan lahan yang baik, serta pengendalian hama yang terencana. Semua itu harus didukung pendampingan berkelanjutan dan kebijakan yang berpihak kepada petani,” ujar Asep.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkewajiban hadir bukan hanya saat panen berhasil, tetapi juga ketika petani menghadapi persoalan di lapangan—mulai dari keterbatasan air, serangan hama, hingga dampak cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.
Salah satu isu krusial yang mengemuka dalam audiensi tersebut adalah persoalan banjir dan kekeringan yang kerap terjadi di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Menyikapi hal itu, Asep menyampaikan bahwa Pemkab Bekasi tengah mendorong berbagai solusi adaptif, di antaranya penyediaan sumur satelit bertenaga surya serta pembangunan sistem serapan air untuk menjaga ketersediaan air sepanjang musim tanam.
“Upaya ini kami dorong agar produktivitas pertanian tetap terjaga, sekaligus memastikan petani tidak terus-menerus berada dalam situasi rentan akibat kondisi alam,” katanya.
Menurut Asep, penguatan sektor pertanian merupakan bagian dari strategi besar daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Sinergi antara pemerintah dan petani dinilai menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Audiensi tersebut pun menjadi simbol bahwa pembangunan pertanian di Kabupaten Bekasi tidak dibangun dari balik meja, melainkan dari dialog dan kepercayaan. Dari sawah hingga ruang rapat, suara petani diharapkan tetap menjadi penuntun arah kebijakan, agar pertanian daerah tetap hidup, produktif, dan berkelanjutan.***Samsudin




























