Dony Ahmad Munir Hadiri HUT ke-186 Majalengka, Doakan “Langkung Sae” dan Penuh Keberkahan
Pemerintahan    Rabu 11 Februari 2026    23:39:52 WIBSUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri peringatan Hari Jadi ke-186 Kabupaten Majalengka yang digelar di Taman Belakang Pendopo Kabupaten Majalengka, Rabu (11/2/2026). Kehadiran Dony menjadi simbol eratnya hubungan antardaerah di Jawa Barat dalam semangat kolaborasi dan persahabatan.
Perayaan hari jadi tersebut berlangsung khidmat sekaligus semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah. Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir turut hadir, membawa ikatan historis dengan Majalengka melalui keluarganya yang dahulu dikenal sebagai pengusaha kecap di daerah itu. Hadir pula Jaksa Agung TB Hasanuddin, putra asli Majalengka, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam kesempatan itu, Dony menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa terbaik bagi Kabupaten Majalengka. Ia mengaku hadir secara khusus memenuhi undangan sahabatnya, Bupati Majalengka Eman Suherman.
“Hari ini saya hadir memenuhi undangan Kilanceuk, sahabat saya Bupati Majalengka, untuk menyampaikan selamat ulang tahun ke-186 Majalengka. Semoga Majalengka semakin maju, berkembang, rakyatnya semakin sejahtera, serta senantiasa berada dalam keberkahan dan lindungan Allah SWT,” ujar Dony.
Ia juga mendoakan agar Majalengka menjadi daerah yang thayyibatun wa rabbun ghafur, para pemimpinnya diberikan kesehatan dan umur panjang, serta dimudahkan dalam menjalankan amanah pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.
Peringatan Hari Jadi ke-186 Majalengka tahun ini mengusung tema “Menapak Sejarah, Bangun Inovasi dan Kolaborasi Menuju Majalengka Langkung Sae”. Tema tersebut menegaskan komitmen daerah dalam merawat sejarah sebagai fondasi pembangunan, sekaligus memperkuat inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan zaman.
Bupati Majalengka Eman Suherman menekankan bahwa rangkaian kirab dan ziarah yang digelar bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan para pendahulu.
“Majalengka Langkung SAE tumbuh dari nilai perjuangan dan keteladanan para pemimpin terdahulu. Menghormati sejarah adalah langkah awal untuk membangun Majalengka yang sejahtera, aman, dan berkarakter,” kata Eman.
Momentum hari jadi ini pun menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan sinergi antarwilayah, bahwa kemajuan daerah tak hanya bertumpu pada inovasi, tetapi juga pada kolaborasi dan penghormatan terhadap akar sejarahnya.*** Cece Ruhiyat
























