Revitalisasi Tambak Pantura, Harapan Baru Nelayan Muaragembong
Pemerintahan    Sabtu 21 Februari 2026    19:56:01 WIBSUBANG - Harapan baru mengemuka dari pesisir utara Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut positif program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat yang digulirkan pemerintah pusat, karena diyakini mampu menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat pesisir.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jumat (20/2/2026).
Asep menegaskan, Kabupaten Bekasi memiliki potensi tambak yang cukup besar, terutama di Kecamatan Muaragembong. Namun dalam beberapa tahun terakhir, luas lahan tambak aktif mengalami penyusutan signifikan.
“Secara historis kita punya sekitar 7.000 hektare tambak. Saat ini yang masih aktif kurang lebih 4.000 hektare. Luasan inilah yang direncanakan masuk dalam program revitalisasi tahap awal,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui program revitalisasi akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan produktivitas budidaya perikanan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga pesisir.
“Insya Allah produktivitas meningkat, peluang kerja bertambah, angka kemiskinan bisa ditekan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Muaragembong, semakin baik,” kata Asep.
Penataan Modern dan Terintegrasi
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Ida Mayani, menjelaskan bahwa fokus tahap pertama revitalisasi berada di Kecamatan Muaragembong. Selama ini, sebagian besar tambak masih dikelola secara konvensional dengan sistem tradisional dan tata kelola lahan yang belum optimal.
Melalui program revitalisasi, kawasan tambak akan ditata ulang dengan pendekatan yang lebih modern, terintegrasi, serta berbasis perencanaan teknis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Ke depan akan dilakukan penataan ulang dengan sistem yang lebih modern agar produktivitas meningkat dan perekonomian nelayan berkembang lebih baik,” jelasnya.
Sinergi Pusat dan Daerah
Asep menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain revitalisasi tambak, rencana pembangunan rumah pesisir oleh pemerintah provinsi diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan secara menyeluruh.
Ia menilai, penataan kawasan tambak yang dibarengi dengan penyediaan hunian layak akan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.
“Jika kawasan tambaknya tertata dengan baik dan didukung hunian yang layak, maka pertumbuhan ekonomi pesisir akan semakin kuat,” ujarnya.
Revitalisasi tambak Pantura bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan budidaya sekaligus menghadirkan masa depan yang lebih pasti bagi ribuan keluarga nelayan di pesisir Bekasi.***Samsudin




























