Di Usia Ke-23, Kota Banjar Mantapkan Langkah Tumbuh Istimewa
Pemerintahan    Senin 23 Februari 2026    08:19:14 WIBKOTA BANJAR - Suasana khidmat menyelimuti Ruang Rapat Singa Perbangsa DPRD Kota Banjar, Sabtu (21/2/2026). Rapat Paripurna menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, momentum refleksi sekaligus penegasan arah masa depan daerah yang terus berbenah.
Mengusung tema “Kota Banjar Masagi Tumbuh Istimewa”, peringatan tahun ini terasa lebih bermakna. Sejumlah tokoh penting Jawa Barat hadir langsung, memperlihatkan kuatnya sinergi antarwilayah dalam membangun daerah.
Hadir di antaranya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, serta Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani. Turut hadir Wakil Wali Kota Banjar Supriana, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, anggota DPRD, hingga para mantan kepala daerah seperti Herman Sutrisno, Ade Uu Sukaesih, dan Darmadji Prawirasetia.
Kehadiran para tokoh tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol gotong royong lintas daerah untuk memastikan Banjar terus bergerak maju.
Dalam rapat paripurna istimewa itu, dipaparkan selayang pandang sejarah Kota Banjar sebuah perjalanan panjang dari daerah administratif hingga menjadi kota otonom yang kini memasuki usia ke-23. Selain refleksi sejarah, arah pembangunan tahun ke-23 juga menjadi fokus pembahasan.
Wali Kota Banjar Sudarsono menegaskan pentingnya inovasi sebagai kunci menghadapi tantangan zaman.
“Di tahun ke-23 Kota Banjar akan mengedepankan nilai inovatif dalam mengatasi berbagai masalah yang ada. Dengan inovasi, kita bisa memberikan perubahan di segala kondisi yang terjadi,” ujarnya.
Pernyataan itu sejalan dengan dukungan dari Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus membantu kebutuhan dan permasalahan kota/kabupaten di Jawa Barat.
Baginya, kemajuan Jawa Barat tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi fondasi utama agar setiap daerah, termasuk Kota Banjar, mampu tumbuh dengan karakter dan keistimewaannya masing-masing.
Di usia yang ke-23, Banjar bukan lagi kota yang merintis jati diri, melainkan daerah yang tengah memantapkan langkah. Dengan semangat Masagi utuh dalam gagasan, kuat dalam aksi Kota Banjar menatap masa depan dengan optimisme, berharap tumbuh tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam kualitas pelayanan, kesejahteraan masyarakat, dan daya saing daerah.***Gugun Gunawan
























