Jelang Ramadan, Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana
Pemerintahan    Senin 23 Februari 2026    08:35:20 WIBCIKARANG PUSAT - Di tengah ujian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan beban masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi per 22 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung terjadi di beberapa titik di Kabupaten Bekasi. Sejumlah desa terdampak banjir di antaranya Desa Hurip Jaya, Desa Muarabakti, Desa Kedung Pengawas, dan Desa Buni Bakti, dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.
Akibat peristiwa tersebut, puluhan kepala keluarga terdampak dan belasan hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami kerusakan. Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas ekonomi dan memicu kekhawatiran akan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
Dalam penanganannya, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, Baznas, PMI, relawan kebencanaan, serta berbagai instansi terkait langsung melakukan pendataan dan evakuasi warga. Sejumlah titik pengungsian didirikan, sementara distribusi bantuan logistik digencarkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan darurat, serta dukungan logistik lainnya selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok agar warga tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman di tengah situasi sulit.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menegaskan bahwa perhatian khusus diberikan karena bencana terjadi menjelang Ramadan.
“Pemerintah daerah bersama unsur relawan berupaya memastikan warga terdampak tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan layak, meskipun berada dalam situasi bencana,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan darurat, koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta mengantisipasi potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat agar proses penanganan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Di tengah cobaan alam, solidaritas menjadi penopang utama. Harapannya, dengan gotong royong dan kehadiran negara, warga terdampak dapat menyambut Ramadan dengan hati yang tetap teguh dan penuh harap.***Samsudin
























