Kang Rey Jadi Kepala Sekolah di Film “Sisa Waktu Senja”, Dukungan Nyata untuk Industri Kreatif Subang
Hiburan    Selasa 03 Maret 2026    01:49:56 WIBSUBANG – Suasana berbeda terlihat di halaman SMA Negeri 1 Subang, Minggu (1/3/2026). Di tengah kesibukan kru dan peralatan produksi, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., yang akrab disapa Kang Rey, tampak larut dalam proses syuting film layar lebar bertajuk “Sisa Waktu Senja”.
Bukan sekadar menyaksikan, orang nomor satu di Kabupaten Subang itu ikut ambil bagian dalam film garapan sutradara Husni Ramdan. Kang Rey didapuk memerankan sosok Kepala Sekolah dalam beberapa adegan yang mengambil latar di lingkungan SMA Negeri 1 Subang. Mengenakan setelan formal lengkap, ia terlihat percaya diri dan luwes mengikuti arahan kamera.
Keterlibatan Kang Rey bukan tanpa alasan. Ia menyebut partisipasinya sebagai bentuk dukungan konkret Pemerintah Kabupaten Subang terhadap geliat industri kreatif, khususnya perfilman nasional. Menurutnya, film merupakan medium strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada publik yang lebih luas.
“Pemilihan Subang sebagai latar film adalah langkah strategis untuk menonjolkan keindahan alam kita sekaligus memperkenalkan produk UMKM lokal kepada khalayak yang lebih luas,” ujarnya usai proses pengambilan gambar.
Film “Sisa Waktu Senja” sendiri merupakan kolaborasi antara Seev Entertainment, MariPro, dan Langit Pictures Indonesia. Mengusung tagline puitis, “Senja selalu hadir, dan setiap orang punya caranya sendiri untuk bertahan sebelum matahari terbenam,” film ini menjanjikan kisah reflektif tentang relasi manusia dengan waktu dan pilihan hidup.
Deretan pemain yang terlibat pun tak kalah menarik. Film ini dibintangi oleh Keisya Levronka, Kiesha Alvaro, Nugie, Dhea Ananda, serta Dennis Adhiswara. Kehadiran komedian senior Jarwo Kwat dan Ebel Cobra disebut akan memperkaya warna cerita dengan sentuhan humor yang segar.
Kang Rey berharap film ini tidak hanya sukses sebagai sarana promosi daerah, tetapi juga mampu bersaing secara kualitas di tingkat nasional. Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif dapat membawa dampak berkelanjutan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Subang.
“Semoga bisa menjadi film yang besar, dinikmati, dan diminati oleh banyak penonton di Indonesia. Saya harap ini menambah deretan film berkualitas yang memiliki daya saing tinggi,” tuturnya.
Dengan mengambil lokasi syuting di sejumlah titik ikonik di Kabupaten Subang, “Sisa Waktu Senja” diharapkan menjadi jendela yang memperkenalkan pesona alam, budaya, serta potensi ekonomi lokal kepada masyarakat luas. Lebih dari sekadar tontonan, film ini diharapkan menjadi medium promosi yang humanis—menghadirkan Subang bukan hanya sebagai latar, melainkan sebagai bagian dari cerita.***Red Ahas




























