Tarling Menyapa Pelosok, Pemkab Kuningan Jangkau 32 Kecamatan di Ramadan 2026
Pemerintahan    Selasa 03 Maret 2026    01:01:04 WIBKUNINGAN – Suasana Ramadan di Kabupaten Kuningan tahun ini terasa lebih hangat. Pemerintah Kabupaten Kuningan menerjunkan delapan tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyapa masyarakat melalui program Safari Ramadan 2026. Melalui skema Tarawih Keliling (Tarling), seluruh 32 kecamatan ditargetkan terjangkau selama bulan suci.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kuningan, Emup Muplihudin, menuturkan setiap tim dijadwalkan mengunjungi empat kecamatan. Pembagian ini dirancang agar kegiatan lebih efektif sekaligus menjangkau wilayah-wilayah pelosok.
“Safari Ramadan ini merupakan agenda rutin tahunan pemerintah daerah. Selain ibadah bersama, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Pelaksanaan perdana dimulai Selasa (3/3/2026). Tim I dipimpin Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang akan melaksanakan Tarling di Masjid Jami Babul Hikmah, Desa Citenjo, Kecamatan Cibingbin.
Tim II dipimpin Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, di Masjid Jami Al Istiqomah, Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar.
Tim III berada di bawah komando Sekda Kuningan, U Kusmana, yang dijadwalkan di Masjid Al Barokah, Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru.
Tim IV dipimpin Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, di Masjid Nurul Iman, Desa Sukamulya, Kecamatan Garawangi.
Sementara itu, Tim V dipimpin Dandim 0615/Kuningan, Hafda Prima Agung, dengan lokasi di Masjid Jami Al Hikmah, Desa dan Kecamatan Cimahi.
Tim VI dipimpin Kapolres Kuningan, Muhamad Ali Akbar, di Masjid At Taqwa, Desa Kertayasa, Kecamatan Sindangagung.
Tim VII dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, Ikhwanul Ridwan Saragih, di Masjid Humatul Aliyah, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum.
Adapun Tim VIII dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Kuningan, Tavia Rahmawati Suki, di Masjid Jami Atusholihin, Desa Jalatrang, Kecamatan Cilebak.
Menurut Emup, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial. Di balik lantunan ayat suci dan doa bersama, pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat. Aspirasi diserap langsung, persoalan didengar tanpa sekat, dalam suasana yang lebih cair dan penuh kekhidmatan.
“Kami ingin momentum Ramadan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” katanya.
Melalui delapan tim yang bergerak bersamaan, interaksi antara pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan masyarakat diharapkan semakin intens. Ramadan pun tak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga jembatan kedekatan antara pemimpin dan warganya.***Ading Permana




























