Habbina
Pesantren Ekologi Ramadan di SMAN 2 Sukatani, Menyemai Iman dan Cinta Bumi Sejak Dini
0 Komentar 56 pembaca

Pesantren Ekologi Ramadan di SMAN 2 Sukatani, Menyemai Iman dan Cinta Bumi Sejak Dini

Pendidikan

SUKATANI – Bulan suci Ramadan tahun ini dimaknai berbeda oleh keluarga besar SMA Negeri 2 Sukatani. Sejak 23 Februari hingga 4 Maret 2026, sekolah tersebut menggelar Pesantren Ekologi Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter yang memadukan spiritualitas dan kepedulian lingkungan.

Program ini bukan sekadar pengayaan ibadah. Di tangan para pendidik, Ramadan menjadi ruang pembelajaran kontekstual—menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan aksi nyata menjaga bumi.

Kepala SMAN 2 Sukatani, Agus Saprudin, menjelaskan bahwa pesantren ini dirancang untuk menanamkan kesadaran bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah.

“Pesantren Ekologi ini kami hadirkan agar siswa memahami bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah dan wujud tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi,” ujarnya.

Memulai Hari dengan Spiritualitas

Setiap pagi, kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dengan sholat sunah Dhuha dan dzikir bersama. Suasana sekolah berubah lebih khusyuk. Lantunan tadarus Al-Qur’an menggema, disusul pembiasaan karakter melalui program Poe Ibu selama Ramadan.

Setelah fondasi spiritual diteguhkan, siswa mengikuti materi inti Pesantren Ekologi sebelum memasuki pembelajaran reguler.

“Pembiasaan ibadah di pagi hari menjadi pondasi utama. Kami ingin membentuk karakter siswa yang kuat secara spiritual sebelum mereka menerima materi akademik,” jelas Agus.

Dari Tadabur Alam hingga Aksi Nyata

Materi Pesantren Ekologi dikemas dalam beberapa pendekatan:

Tadabur Alam (Niti Harti)

Pendalaman Ekologi dalam Al-Qur’an (Niti Bukti)

Kajian Ayat-Ayat Ekologi

Niti Bakti, berupa aksi penanaman pohon dan gerakan hemat energi

Tak hanya itu, siswa juga terlibat dalam presentasi kelompok, Rantang Kanyaah, serta Gerakan Wakaf Al-Qur’an. Integrasi antara kajian ayat dan praktik langsung menjadi ciri utama program ini.

“Kami menggabungkan kajian ayat-ayat Al-Qur’an dengan aksi nyata seperti penanaman pohon dan hemat energi. Anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari nilai rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.

Implementasi Nilai Pancawaluya

Program ini juga menjadi implementasi nilai Pancawaluya dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang berakar pada kearifan lokal Sunda: cager, bageur, bener, pinter, dan singer. Kelima pilar tersebut diarahkan untuk membentuk manusia waluya—pribadi yang utuh secara lahir dan batin.

“Kami ingin melahirkan generasi yang sehat lahir batin, jujur, cerdas, dan terampil. Pesantren Ekologi menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan itu,” tambah Agus.

Ekoteologi sebagai Jawaban Zaman

Pengawas Pendidikan Agama Islam, Dr. Yuni Asdhiani, menilai program ini sebagai langkah inovatif dalam penguatan pendidikan agama yang kontekstual.

Menurutnya, integrasi spiritualitas dan kepedulian lingkungan merupakan pendekatan relevan dengan tantangan global saat ini.

“Kegiatan ini sangat baik karena mengajarkan siswa bahwa agama tidak hanya berbicara tentang ritual, tetapi juga tanggung jawab sosial dan ekologis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan ekoteologi yang diterapkan sekolah sejalan dengan penguatan moderasi beragama dan kesadaran lingkungan.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ketaatan kepada Allah. Ketika siswa memahami ini, mereka akan tumbuh dengan kesadaran spiritual dan kepedulian sosial yang seimbang,” katanya.

Dr. Yuni juga mengapresiasi kesinambungan pembiasaan hingga ke rumah melalui program KAROMAH atau amaliyah Ramadan keluarga.

“Program ini tidak berhenti di sekolah, tetapi berlanjut di rumah. Sinergi inilah yang akan memperkuat pembentukan akhlak siswa,” ungkapnya.

Di tengah tantangan krisis lingkungan dan degradasi moral generasi muda, Pesantren Ekologi Ramadan di SMAN 2 Sukatani menghadirkan pesan sederhana namun mendalam: bahwa iman dan kepedulian terhadap bumi bukan dua hal yang terpisah.

Dari ruang kelas hingga halaman sekolah yang ditanami pohon, para siswa belajar satu hal penting bahwa menjadi insan beriman berarti juga menjadi penjaga kehidupan.***Samsudin

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top