Bangun Harapan dari Rumah hingga Drainase, Bekasi Siapkan 306 Rutilahu di 2026
Pemerintahan    Rabu 04 Maret 2026    03:16:30 WIBCIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi menyiapkan langkah besar pada tahun anggaran 2026. Sejumlah program pembangunan strategis disusun dengan satu tujuan utama: menghadirkan hunian yang lebih layak dan lingkungan permukiman yang semakin nyaman bagi masyarakat.
Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, menegaskan komitmen pihaknya untuk merealisasikan berbagai program prioritas, mulai dari perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hingga pembangunan infrastruktur dasar penunjang aktivitas warga.
“Untuk program Rutilahu, rencana kegiatan pembangunan sebanyak 306 unit. Penerima manfaat direncanakan mendapat bantuan sebesar Rp40 juta per unit,” ujar Nurchaidir saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3/2026).
Program Rutilahu menjadi salah satu fokus utama pada 2026. Sebanyak 306 unit rumah akan dibangun atau direhabilitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan manusiawi.
Berdasarkan data Disperkimtan, sebaran Rutilahu meliputi Kecamatan Cibitung 16 unit, Cikarang Pusat 51 unit, Cikarang Utara 42 unit, Karang Bahagia 51 unit, Pebayuran 52 unit, Sukakarya 25 unit, Tambun Selatan 16 unit, Tambun Utara 16 unit, Cibarusah 25 unit, dan Cikarang Barat 12 unit.
Tak hanya menyentuh aspek hunian, Pemkab Bekasi juga memperkuat infrastruktur lingkungan. Sebanyak 168 kegiatan pembangunan Jalan Lingkungan (Jaling) akan dilaksanakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarpermukiman, sehingga mobilitas sosial dan ekonomi warga semakin lancar.
Di sisi lain, upaya pencegahan dan penanganan banjir juga menjadi perhatian serius. Disperkimtan menganggarkan 72 kegiatan pembangunan drainase lingkungan. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk memastikan aliran air berjalan optimal dan meminimalisir genangan di kawasan padat penduduk.
Komitmen terhadap kualitas kesehatan masyarakat turut diwujudkan melalui 176 kegiatan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Program ini diharapkan mampu mendukung penurunan angka stunting serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Sementara pada sektor Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), direncanakan 136 kegiatan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lampu taman. Selain meningkatkan keamanan, penerangan ini juga memperindah wajah kawasan permukiman.
Nurchaidir berharap seluruh program dapat berjalan tepat waktu tanpa kendala berarti. Saat ini, pihaknya tengah melakukan percepatan proses administrasi dan teknis agar target pembangunan 2026 dapat tercapai sesuai rencana.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terrealisasi secara tepat waktu, tidak ada kendala, dan tidak ada halangan dalam prosesnya. Saat ini kami masih berproses dalam rangka percepatan pembangunan,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga dan merawat hasil pembangunan. Sebab, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah yang dibangun, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan bersama.
Di tengah tantangan urbanisasi dan pertumbuhan kawasan, langkah Pemkab Bekasi ini menjadi ikhtiar menghadirkan pembangunan yang bukan sekadar fisik, melainkan juga menyentuh harkat dan martabat warganya.***Samsudin
























